Senin 17 Jul 2023 11:11 WIB

Inovasi Mahasiswa UMM, dari Alat Pengukur Udara Hingga Smart Garden

Salah satu inovasi yang menarik adalah alat pengukur kualitas udara berbasis IoT.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Potret gedung kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Universitas yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini baru saja mendapatkan predikat sebagai kampus swasta terbaik keenam se-Asia Tenggara menurut data yang dikeluarkan oleh AppliedHE.
Foto: Humas UMM
Potret gedung kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Universitas yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini baru saja mendapatkan predikat sebagai kampus swasta terbaik keenam se-Asia Tenggara menurut data yang dikeluarkan oleh AppliedHE.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan Capstone Design Expo yang menyajikan puluhan inovasi teknologi karya mahasiswa. Agenda yang dilaksanakan pada 15 Juli lalu ini menarik banyak animo sivitas akademika lain dan memberikan inspirasi baru.

Salah satu inovasi yang menarik adalah alat pengukur kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT). Alat garapan Taris dan tim itu mampu mengukur kualitas udara secara realtime. Alat ini sudah diuji coba di beberapa daerah Malang, salah satunya Sigura-gura.

Baca Juga

Selain itu, ada juga pakan ayam otomatis yang bisa digunakan dari jarak jauh menggunakan telepon genggam atau situs. Bahkan, alat ini juga bisa memberikan pakan ayam sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Ada juga belasan penemuan lain, seperti smart garden dan lainnya.

Terkait expo tersebut, Ketua Prodi Teknik Elektro UMM Khusnul Hidayat mengatakan, desain proyek membantu para mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Inovasi yang dibuat bisa dilanjutkan dan dituangkan dalam bentuk skripsi. "Sehingga para mahasiswa tidak mengerjakan dua hal yang berbeda dan menyulitkan," ucapnya.

Pengembangan inovasi teknologi ini sekaligus membuat mereka bisa langsung belajar bagaimana mendesain sebuah proyek engineering. Selain itu, juga mendorong program kelulusan tepat waktu (KTW).

Hidayat menambahkan, salah satu faktor terbesar yang membuat mahasiswa elektro lulus tepat waktu adalah Center of Excellence (CoE). Menurutnya, CoE memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan skill yang signifikan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri, hingga mempercepat proses tugas akhir para mahasiswa. 

Apalagi mahasiswa juga dituntut untuk magang kerja di berbagai mitra. Bukan hanya satu bulan, namun empat hingga enam bulan sehingga mereka bisa benar-benar mendapatkan pengalaman dan ilmu yang mendalam terkait bidangnya. Hal itu akan berakibat pada kualitas dan kemudahan dalam bersaing di dunia kerja nanti.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement