Rabu 09 Aug 2023 11:46 WIB

Ratusan Peserta Hadiri Konferensi Internasional Inovasi Berkelanjutan di UMY

Acara tahunan ini menghadirkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fernan Rahadi
Pembukaan acara The 7th International Conference on Sustainable Innovation di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Rabu (9/8/2023).
Foto: Republika/Idealisa Masyrafina
Pembukaan acara The 7th International Conference on Sustainable Innovation di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, Rabu (9/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan The 7th International Conference on Sustainable Innovation pada 9-10 Agustus 2023. Konferensi Internasional tentang Inovasi Berkelanjutan ini dihadiri para cendekiawan dan inovator dari seluruh dunia.

Acara tahunan ini menghadirkan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam komitmen bersama untuk memajukan pengetahuan dan membentuk dunia yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ketua Panitia the 7th ICoSI 2023, Zuhud Rozaki, menjelaskan partisipasi dalam konferensi ini mencapai lebih dari 1.100 abstrak, 900 full paper, dan 800 pembicara.

"Konferensi ini diikuti oleh 14 focal conference, peserta offline sebanyak 550 dari eksternal dan internal UMY. Selain itu, konferensi ini juga berkolaborasi dengan indeks jurnal Scopus agar bisa berkontribusi dalam komunitas ilmuwan internasional," ujar Ketua Panitia ICoSI dalam pembukaan konferensi di Gedung AR Fachruddin B, Kampus UMY, Kabupaten Bantul, Rabu (9/8/2023).

Ia menambahkan, konferensi ini diharapkan mendorong kolaborasi dinamis dan mempercepat langkah menuju kemajuan sosial yang lebih baik.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof Gunawan Budiyanto mengatakan, tema konferensi, "Menguatkan Respons Global dan Kolaborasi Dinamis menuju Society 5.0," menggambarkan visi UMY.

"Society 5.0 memvisualisasikan masyarakat yang berpusat pada manusia, di mana teknologi, inovasi, dan kemanusiaan bersatu untuk mengatasi tantangan-tantangan zaman. Di dunia yang ditandai oleh perubahan yang luar biasa, semakin penting untuk mengejar kolaborasi yang dinamis," ujar Rektor UMY.

Ia memaparkan, pengakuan akan pentingnya kolaborasi universitas-industri-pemerintah, UMY bertujuan menciptakan lingkungan di mana penelitian melampaui batas-batas dan menemukan aplikasi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya, tiga pilar ini menjadi mesin kuat yang mendorong penelitian menuju solusi nyata yang berdampak jangka panjang.

Pada intinya, kolaborasi ini percaya bahwa pengetahuan memiliki nilai sejati ketika diterapkan untuk kebaikan masyarakat. UMY secara aktif bekerja sama dengan mitra industri dan lembaga pemerintah, menciptakan bersama solusi yang mengatasi tantangan-tantangan sosial. Dengan memfasilitasi aliran pengetahuan, gagasan, dan inovasi, kami bertujuan mendekatkan akademisi, industri, dan pemerintah dalam mencapai tujuan bersama.

Selama konferensi penting ini, peserta diharapkan untuk merangkul pertukaran antar-disiplin ilmu dan menantang pemikiran konvensional. Dengan mendorong batasan penelitian dan menumbuhkan gagasan-gagasan berani, kita dapat merevolusi industri dan mengubah kehidupan.

"Ketika dunia bergerak menuju era baru, upaya kolektif kita akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan," ujarnya.

Rektor UMY juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para peneliti, akademisi, pemimpin industri, dan pembuat kebijakan yang telah berkontribusi dalam menjadikan konferensi ini sebagai momen bersejarah. Ia menekankan bahwa komitmen mereka untuk memajukan pengetahuan menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas akademis dan segenap masyarakat.

Menurut dia, konferensi ini bukan sekadar pertemuan para intelektual; ini adalah perayaan dari kolaborasi yang dinamis. Saat ini, ketika hubungan dipertemukan dan gagasan-gagasan dipertukarkan, akan ditanamkan benih kemitraan yang berkelanjutan yang melampaui batas geografis dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih terpadu dan berdampak.

Ia menambahkan, Konferensi Internasional tentang Inovasi Berkelanjutan bukanlah sekadar acara satu kali. Hasil-hasil dari konferensi ini akan berdampak jauh melampaui ruang acara ini, memberikan kontribusi pada respons global yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan-tantangan abad ke-21 dan seterusnya.

"Kami mengucapkan apresiasi tulus kepada semua peserta dan mitra atas peran aktif mereka dalam usaha mulia ini. Bersama-sama, kita dapat membangun dunia yang lebih cerah dan berkelanjutan, dunia yang merangkul inovasi, kolaborasi, dan kemanusiaan," katanya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement