Ahad 27 Aug 2023 08:48 WIB

10 Ribu Siswa Bantul Menari Sholawat Montro di Parangkusumo, Pecahkan Rekor MURI

Para penari terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA se-Bantul.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Ribuan pelajar membawakan Tari Montro atau Kesenian Shalawat Montro di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (26/8/2023). Sekitar 10 ribu pelajar SMA sederajat menari Montro secara bersama untuk memecah rekor MURI penari terbanyak ketegori Tari Montro. Tari Montro perpaduan antara gending gamelan, shalawatan, serta tarian yang merupakan warisan budaya tak benda milik Kabupaten Bantul. Tari ini diciptakan oleh KP Yudhonegoro yang merupakan menantu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII di Pleret untuk sarana dakwah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ribuan pelajar membawakan Tari Montro atau Kesenian Shalawat Montro di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (26/8/2023). Sekitar 10 ribu pelajar SMA sederajat menari Montro secara bersama untuk memecah rekor MURI penari terbanyak ketegori Tari Montro. Tari Montro perpaduan antara gending gamelan, shalawatan, serta tarian yang merupakan warisan budaya tak benda milik Kabupaten Bantul. Tari ini diciptakan oleh KP Yudhonegoro yang merupakan menantu Sri Sultan Hamengku Buwono VIII di Pleret untuk sarana dakwah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Bantul Creative City Festival resmi digelar Sabtu (26/8/2023) bertempat di Pantai Parangkusumo Kabupaten Bantul. Acara tersebut mempersembahkan 'Pecah Rekor MURI Flashmob Tari Sholawat Montro' dalam rangka melestarikan kesenian yang ada di Bantul.

Acara yang dimeriahkan oleh lebih dari 10 ribu penari yang terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA se-Bantul ini telah meraih pemecahan rekor MURI Tari Montro dengan jumlah terbanyak se-Indonesia.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku terkejut dan memberikan apresiasi, melihat jumlah peserta yang melebihi target awal, hal itu di luar ekspektasinya, semua pelajar semangat bahkan jumlahnya lebih dari 10 ribu orang.

“Hal ini semakin terus mengukuhkan Kabupaten Bantul sebagai kota kreatif, khususnya di sub sektor kriya dan kesenian rakyat," ujar bupati.

Tarian Sholawat Montro yang ditarikan merupakan persembahan tari kreasi oleh Akademi Komunitas Nasional (AKN) Yogyakarta dan Komunitas Sanggar Seni Bantul (KSSB). Dalam acara tersebut, tak hanya menampilkan tarian sholawat montro dengan versi kreasi, tetapi juga menampilkan tari sholawat montro klasik asli dari Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Tarian sholawat montro telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda khas Bantul. Tarian ini memiliki pesan religi  agar orang berbuat baik kepada Tuhan dan sesama, serta berbuat baik kepada lingkungan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement