Selasa 29 Aug 2023 03:32 WIB

Atasi Masalah Pembangunan, Bantul Percepat Implementasi Smart City

Konsep smart city di Bantul melibatkan seluruh stakeholder.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Workshop dengan tema Membangun Masa Depan dengan Konsep Smart City.
Foto: Dokumen
Workshop dengan tema Membangun Masa Depan dengan Konsep Smart City.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bantul menggelar workshop dengan tema Membangun Masa Depan dengan Konsep Smart City pada Senin (28/8/2023) di Grand Rohan, Banguntapan, Bantul.

Workshop ini diadakan guna membangun dan memperkuat komitmen perangkat daerah dan kalurahan dalam upaya percepatan implementasi Bantul Smart City.

Acara ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah, perwakilan dari 17 kapanewon dan 75 kalurahan di Bantul. Pembicara dalam workshop tersebut adalah Kepala Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Rini Rachmawati.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Bobot Ariffi’ Aidin mengatakan, perkembangan kota dan kabupaten di Indonesia yang semakin pesat dan dinamis menuntut kinerja pemerintah daerah juga semakin cepat, responsif, solutif, inovatif, dan dapat dipercaya.

"Oleh karena itu dengan hadirnya konsep smart city dan dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan  komunikasi diharapkan mampu menghasilkan potensi yang inovatif untuk menyelesaikan tantangan perkotaan secara tepat guna pada segala sisi pemerintah daerah," ujarnya.

Bobot juga menyampaikan jika dalam mewujudkan smart city bukan hanya sekedar membangun teknologi, namun juga mewujudkan masyarakat yang cerdas dan bijaksana.

"Lebih jauh lagi, untuk mewujudkan smart city tentunya dibutuhkan pemerintahan yang smart. Konsep smart city di Bantul melibatkan seluruh stakeholder terutama masyarakat yang tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek pembangunan,” ujar Bobot.

Lebih lanjut, ia menuturkan jika pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal, teknologi informasi, dan komunikasi harus saling melengkapi dan dikelola dengan solusi yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan guna membangun smart city.

Bobot menuturkan jika di Bantul telah menerapkan dimensi konsep smart city, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment.

Penerapan smart city dapat menjadi inovasi yang solutif untuk mendorong dan mempercepat proses pembangunan serta menjadi paradigma yang penting bagi Pemkab Bantul dalam menjalankan proses pembangunan.

"Sejauh ini Kabupaten Bantul telah menerapkan tentang dimensi konsep smart city, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment,” tegasnya.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan jika konsep smart city menjadi suatu konsep yang terus digaungkan dan dikembangkan mulai dari level pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah bahkan kalurahan guna melakukan percepatan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada.

Sebab, perubahan yang lebih baik dari tingkat kalurahan menjadi hal yang penting dan strategis. Oleh karena itu, ia berharap para lurah dari 75 kalurahan yang ada di Bantul dapat terus mempelajari bagaimana smart city dapat membangun sebuah daerah secara efektif dan efisien.

“Saya sangat berharap para lurah terus mempelajari bagaimana smart city, di mana smart city ini adalah konsep sebuah konsepsi membangun sebuah daerah secara efektif dan efisien. Efektif itu artinya berdampak, efisien ini ya tidak boros setiap rupiah yang kita keluarkan itu bisa kita pertanggungjawabkan,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement