Kamis 05 Oct 2023 19:07 WIB

Guru Besar UMY Ajak Mitra Deradikalisasi Satukan Tekad Kembali ke Ajaran Agama Islam

Pencetus Pancasila merupakan tokoh ulama-ulama besar di Indonesia.

Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof M Azhar
Foto: dokpri
Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof M Azhar

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Guru Besar Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof M Azhar, mengajak para mitra deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (napiter) untuk menyatukan tekad kembali pada ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin serta ideologi terbaik bangsa Pancasila. Itu penting untuk menyongsong menuju masa depan yang baik bagi para mitra deradikalisasi.

"Yang sulit saat ini yaitu menyatukan kedudukan pribadi kita sebagai umat dan warga negara. Mudah-mudahan kedepan kita semua dapat menyatakan dengan tegas bahwa 'Saya Muslim, Saya Pancasila' secara bersamaan," ujar Prof Azhar pada Silaturahmi Kebangsaan dan Cinta Anak Negeri Bersama Mitra Deradikalisasi di Yayasan Bumi Damai di Yogyakarta, Kamis (5/10/2023).

Prof Azhar mengungkapkan, bahwa jangan lupa pencetus Pancasila merupakan tokoh ulama-ulama besar di Indonesia baik dari Muhammadyah maupun dari NU. "Jadi semua peraturan yang dibuat itu untuk kebaikan kita semua. Menjadi umat yang baik harus taat kepada perintah agama, menjadi masyarakat yang baik harus taat kepada aturan pemerintah," katanya.

Pada kesempatan itu, Prof Azhar berpesan kepada para mitra deradikalisasi betapa pentingnya memahami perbedaan antara konsep khalifah dan khilafah. "Khalifah merujuk pada individu yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi dan mengurusnya, sedangkan khilafah mengacu pada institusi, lembaga, atau bentuk pemerintahan yang sering kali digunakan dalam konteks politik dan sejarah Islam," katanya.

Ia juga menjelaskan mengenai keberadaaan anak-anak saat ini yang dapat dikenal dengan generasi strawberi karena dianggap sangat rapuh dan cepat tersinggung. Dengan melakukan perubahan kecil sejak dini akan merubah masa depan anak menjadi lebih baik.

"Salah satu upaya kecil untuk membangun bangsa yang baik yaitu dengan selalu melakukan majelis permusyawaratan rumah tangga. Dengan melakukan musyawarah dengan keluarga secara rutin menumbuhkan rasa anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam tujuan keluarga. Hal kecil ini dapat disebut demokrasi. Demokrasi yang ditanamkan sejak dini yang diawali di lingkup terkecil diharapkan di masa yang akan datang dapat berkembang dikalangan masyarakat," papar Prof Azhar.

Kegiatan ini diselenggarakan Subdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan dihadiri 18 mitra deradikalisasi yang dari wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Juga hadir pada acara itu Aparat Wilayah dan unsur Pemerintah Daerah, di antaranya Polda DIY, Korem 072 Pamungkas/DIY, BINDA DIY, dan BAIS DIY.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement