Kamis 05 Oct 2023 19:48 WIB

Jelang Musim Hujan, Alat Peringatan Dini Longsor Dipasang di Dusun Bandungan

Alat ini sangat penting guna mengetahui terjadinya pergerakan tanah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
 Peresmian penggunaan alat sistem peringatan dini tanah longsor di Dusun Bandungan, Kabupaten Semarang.
Foto: Dokumen
Peresmian penggunaan alat sistem peringatan dini tanah longsor di Dusun Bandungan, Kabupaten Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Menghadapi datangnya musim penghujan, upaya mitigasi bencana tanah longsor di lingkungan Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jateng, semakin diperkuat.

Hal ini dilakukan melalui pemasangan dua unit sistem peringatan dini tanah longsor (Landslide Early Warning System/LEWS), guna mendeteksi pergerakan tanah di lokasi longsor jalan penghubung Ungaran (Kabupaten Semarang)-Mranggen (Kabupaten Demak) di Dusun Bandungan, Desa Kalongan.

Kedua alat LEWS ini merupakan bantuan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), pemasangannya dilakukan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang, Mediarso Tri Soelistyo mengatakan, alat peringatan dini ini sangat penting guna mengetahui terjadinya pergerakan tanah secara terinci.

 

Melalui LEWS ini, efek bencana tanah longsor susulan dapat diketahui dengan baik. Pemasangan dilakukan di sekitar lokasi longsor jalur alternatif penghubung Ungaran-Mranggen yang sebelumnya longsor dan dampaknya telah memutuskan jalan itu.

Terlebih, tidak lama lagi sudah akan masuk musim penghujan dan risiko pergerakan tanah di lokasi longsor semakin besar. “Alat ini diharapkan menjadi salah satu instrumen mitigasi yang penting,” ungkapnya, di sela peresmian pemasangan LEWS, di Dusun Bandungan, Kamis (5/10/2023).

BPBD Kabupaten Semarang, lanjut Mediarso, terus berkoordinasi intensif dengan stakeholder terkait. Termasuk dalam hal kajian geologis dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng maupun dengan akademisi.

“Bantuan alat deteksi ini akan sangat membantu menyiapkan sistem kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tanah longsor susulan, mengingat tingkat kerawanan di Dusun Bandungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Prodi Kesehatan Lingkungan Udinus, Dr Slamet Isworo menyampaikan, ada dua alat LEWS yang dipasang di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur ini.

Masing-masing di sekitar lokasi longsor jalan penghubung Ungaran-Mranggen yang dekat dengan permukiman warga dan satu lagi dipasang di lingkungan Dusun Dampu atau dusun yang terdekat dengan lokasi longsor.

LAWS ini merupakan alat sensor yang dihubungkan dengan aplikasi untuk memudahkan pemantauan pergerakan tanah. Aplikasi yang disiapkan juga dirancang untuk bisa mendeteksi titik tambahan jika diperlukan.

Kelebihan aplikasi ini dapat mentransfer data ke website, sehingga lebih memudahkan stakeholder terkait dalam memantau dan melakukan pengamatan. “Guna keperluan pemantauan, saat ini sedang diusulkan pengadaan satu unit komputer subdisi dari Udinus,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kalongan, Fajar Abu Rizki menambahkan, bantuan alat  ini baru yang pertama kali di lingkungan desanya. “Sebelumnya sudah ada beberapa akademisi yang terjun untuk melakukan penelitian pergerakan tanah di Desa kalongan ini.

“Namun untuk alat deteksi dini, memang baru Udinus yang diwujudkan melalui pemasangan LEWS ini, guna memantau potensi bahaya tanah longsor di Dusun Bandungan,” kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement