Jumat 06 Oct 2023 21:54 WIB

Tugu Pal Putih Yogyakarta Semakin Estetik dengan Pagar Baru

Pagar itu memiliki fungsi yang sama seperti sebelumnya.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, melepas pagar oren di Tugu Pal Putih pada Jumat (6/10/2023).
Foto: Idealisa Masyrafina
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, melepas pagar oren di Tugu Pal Putih pada Jumat (6/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Tugu Pal Putih atau Tugu Golong Gilig Yogyakarta kini semakin estetik dengan pagar hijau Pare Anom dan bertuliskan aksara Jawa. Pagar oren yang menempel pada Tugu dilepas oleh Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, pada Jumat (6/10/2023) pagi.

Singgih mengatakan pagar yang terpasang tetap bukan sebagai pagar permanen. Pagar itu memiliki fungsi yang sama seperti sebelumnya. Hanya diganti dengan pagar hijau Pare Anom khas Yogyakarta dan tulisan aksara Jawa untuk menambah kesan estetis kawasan Tugu.

“Pagar yang baru ini adalah menggantikan pagar yang lama, fungsinya sama-sama tidak permanen ya karena ini adalah proses edukasi kepada masyarakat warga maupun wisatawan,” ujarnya.

Sumbu Filosofi Yogyakarta telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia pada sidang ke-45 Komite Warisan Dunia atau World Heritage Committee (WHC) oleh UNESCO. Singgih melanjutkan, pagar ini sebagai upaya mengedukasi masyarakat yang datang ke kawasan tersebut untuk menghargai keberadaan Tugu yang memiliki nilai sejarah.

 

“Kalau kemudian sudah timbul kesadaran dan bagaimana kita menghargai sebuah bangunan cagar budaya yang punya nilai sejarah itu sudah sangat tinggi dan sudah awareness maka sebetulnya tidak diperlukan lagi,” kata dia.

Menurutnya, masyarakat atau pengunjung harus menjaga fasilitas yang ada, mengikuti aturan dan tak mengotori lingkungan sekitar. Pagar ini sifatnya untuk membatasi supaya masyarakat ataupun wisatawan tidak bebas masuk menginjak rumput.

Untuk yang bisa masuk yaitu juru pelihara perawatan, baik itu merawat rumput maupun kebersihan di dalam Tugu. Masyarakat dan pengunjung bebas mengekspresikan diri saat berkunjung di kawasan Tugu.

Meski bebas mengunjungi kawasan Tugu, ia meminta untuk tetap menjaga estetika dan kebersihan di lingkungan sekitar. “Saya berharap pengunjung maupun wisatawan bisa mengekspresikan foto maupun videonya menjadi lebih estetik, gitu ya, karena pagarnya sekarang sudah cantik dan lebih estetik,” jelas dia.

Visualisasi kawasan Tugu yang semakin estetik, harapannya juga semakin meningkatkan daya tarik Yogyakarta untuk menjadi kota jujugan yang wajib dikunjungi.

"Saya berharap ini juga akan menjadi bagian dari bagaimana kita mempromosikan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang tambah cantik ini,” tambahnya.

Salah seorang warga, Nilam Pratiwi (25 tahun) yang sedang lari santai di sekitaran kawasan Tugu, mengungkapkan kini Tugu nampak lebih indah dengan pagar hijau.

“Setelah pagar orennya dilepas jelas tambah bagus ya, hasil fotonya jauh lebih indah. Kalau duluan kan hasil fotonya agak gimana ya karena pagar oren kalau sekarang kelihatan terkonsep dengan pagar yang lebih proper,” kata dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement