Rabu 18 Oct 2023 15:37 WIB

Jadi Tuan Rumah AIDHM, FK-KMK UGM Siap Majukan Kapasitas Manajemen Kesehatan di ASEAN

AAC diharapkan jadi kesempatan berbagai pengetahuan Manajemen Bencana Kesehatan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Petugas kesehatan memperlihatkan sampel swab cacar monyet (Ilustrasi).
Foto: Freepik/Stefamerpik
Petugas kesehatan memperlihatkan sampel swab cacar monyet (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) yang digelar 17-19 Oktober 2023.

Dekan FK-KMK UGM Yodi Mahendradhata mengaku bersyukur FK-KMK UGM dipercaya menjadi sekretariat ASEAN Institute Disaster Health Management. Menurutnya upaya yang dilakukan FK-KMK UGM melalui perjalanan cukup panjang.

"FK-KMK UGM juga sudah sangat aktif dalam manajemen bencana itu sejak tsunami di Aceh dan sejak saat itu rutin kita kirimkan hadir di berbagai bencana-bencana yang terjadi di Indonesia bekerja sama dengan Kemenkes," kata Yodi dalam konferensi pers, Selasa (17/10/2023).

Yodi mengatakan FK-KMK UGM siap mendukung penuh kegiatan tersebut melalui berbagai macam pelatihan-pelatihan, mutu penelitian yang bisa memajukan kapasitas manajemen kesehatan di ASEAN. 

Direktur Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Sumarjaya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi informasi pengetahuan terkait manajemen bencana kesehatan.

"Jadi apa yang kita miliki, kemudian apa yang negara lain miliki seperti Thailand, Filipina, dan seterusnya itu bisa berbagi informasi dan meningkatkan pengetahuan kita di bidang Disaster Health Management," kata Sumarjaya.

Menurutnya hal tersebut penting bagi Indonesia mengingat Indonesia masuk di zona kuning dan merah, sehingga kesiapannya harus dilakukan mulai dari sekarang. Ia menambahkan apalagi belakangan ini sering terjadi bencana alam di negara lain seperti di Libya, Maroko, hingga di Turki.

"Kami berterima kasih kepada UGM Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan sebagai host. Tugasnya adalah nanti bagaimana memfasilitasi kegiatan-kegiatan terkait dengan riset planing terkait disaster health management," ucapnya.

AIDHM dibentuk untuk mendukung Regional Coordination Committee on Disaster Health Management (RCC-DHM), mekanisme Sektor Kesehatan ASEAN dalam operasionalisasi Plan of Action ASEAN Leadership Declration (PoA-ALD) for Disaster Health Management. Selain itu juga digelar kegiatan ASEAN Academic Conference (AAC). 

AAC diharapkan menjadi kesempatan berbagai pengetahuan tentang Manajemen Bencana Kesehatan dan memperkuat jaringan antara pembuat kebijakan/keputusan,  praktisi medis, dan peneliti/akademisi yang terlibat dalam Manajemen Bencana Kesehatan di kawasan dan sekitarnya. AAC Kedua dilaksanakan selama 2 hari. Sebelum konferensi lebih dulu digelar pre conference. 

Pre conference terbagi dalam dua sesi, sesi pertama mengenai Integration of WHO Safe Hospital Concepts in relation to the Sendai Framework. Sedangkan sesi kedua dilaksanakan diskusi terkait pengetahuan dan pengalaman negara-negara ASEAN dengan tema How is MoH Strengthening the Management of Emergencies and Disasters in a Hospital.

Kemudian sesi konferensi akan dilaksanakan 18-19 Oktober 2023. Dalam sesi konferensi akan terbagi menjadi 6 sesi. Keenam sesi tersebut akan membahas Disaster and Public Health, Human Development and Education for DHM, EMT Development, Case Study reports on DHM practice and experience, Regional collaboration mechanism on DHM (sharing the situation of other regions), dan Further promotion for the AAN activities, including publication the ASEAN journal and joint research on DHM. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement