Senin 30 Oct 2023 16:33 WIB

Tahun Kedua Berdiri, SiberMu Dorong Kesetaraan Pendidikan Lewat PJJ

Pengembangan teknologi pembelajaran terus dilakukan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Prof Bambang Riyanta, memberi penghargaan pada kepada Prof Paulina Pannen sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia, Senin (30/10/2023).
Foto: Idealisa Masyrafina
Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Prof Bambang Riyanta, memberi penghargaan pada kepada Prof Paulina Pannen sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia, Senin (30/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak lebih 1,500 orang mendaftar sebagai mahasiswa baru Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) pada tahun kedua berdirinya perguruan tinggi dengan pendidikan jarak jauh (PJJ) dan full online ini. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun pertama SiberMu berdiri.

Dalam Rapat Senat Terbuka dengan tema Merayakan Pendidikan Tinggi Untuk Semua: 2 Tahun SiberMu Miracle of Growth, SiberMu bertekad untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dalam pendidikan tinggi di Indonesia.

Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Prof Bambang Riyanta mengatakan, SiberMu hadir dengan tujuan mendorong akses pendidikan yang luas bagi seluruh warga negara dengan menyediakan layanan PJJ. Dalam rapat senat tersebut, ia menyoroti pentingnya pendidikan tinggi yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang.

APK di perguruan tinggi di Indonesia saat ini masih tergolong rendah. Bahkan, APK  perguruan tinggi belum memenuhi target nasional 34,56 persen Menurut data BPS, APK pada tingkat perguruan tinggi di Indonesia pada 2021 hanya 31,19 persen.

 

Artinya, pemenuhan pendidikan di perguruan tinggi belum mencapai sepertiga dari populasi dengan usia aktif (19-23 tahun). PJJ memiliki beberapa peran dalam meningkatkan APK pendidikan tinggi.

Pertama, mengatasi kendala geografis, kedua, fleksibilitas waktu, ketiga, akses ke sumber daya, keempat, peningkatan diversitas, kelima, pengurangan biaya, keenam, penggunaan teknologi, dan ketujuh, penyediaan kursus khusus.

"Ini mungkin mengacu pada upaya SiberMu menghadirkan pembelajaran online yang dapat diakses oleh semua, mengurangi hambatan finansial, dan mempromosikan kesetaraan dalam pendidikan," ujar Prof Bambang Riyanta dalam Rapat Senat Terbuka di SM Tower & Convention di Kota Yogyakarta, Senin (30/10/2023).

Menurutnya, ini juga menggambarkan semangat SiberMu untuk menyebarluaskan pendidikan tanpa ada batas usia, tempat dan waktu, sehingga memberikan kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan sebaik baiknya.

Di usia ke dua tahun, SiberMu secara nyata memberikan akses pendidikan jarak jauh yang aksesibel, berkualitas, terbuka yang menjangkau seluruh kalangan dan wilayah di dalam dan luar negeri. Mahasiswa SiberMu tersebar di 38 provinsi, dengan jumlah peminat yang mencapai 5,299 orang.

Kemudian, tiga layanan Unit Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ) di DIY, Jawa Barat, Kendari, 13 Kelompok Belajar dalam dan luar negeri, 37 tempat pendaftaran dari Papua sampai Aceh, dan 60 Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang menerima manfaat layanan berbagi (sharing) matakuliah online dalam aplikasi SolusiMu miliki SiberMu.

Pengembangan teknologi pembelajaran terus dilakukan. SiberMu menjadi kampus PJJ pertama yang berbasis immersive atau metaverse yang telah dioperasionalkan sejak Oktober 2022.

"Penggunaan metaverse ialah cara SiberMu menjawab kritik pembelajaran online yang dianggap kurang memberikan value," kata Bambang.

Menurutnya, ini juga menepis anggapan PJJ lemah dalam segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Rencana pengembangan SiberMu pada usia kelima nanti akan dirumuskan Peta Jalan PJJ transformatif melalui program, pertama, masifikasi produksi matakuliah online melalui MOOCs.

Kedua, mendorong pendidikan online diakselerasi ke pelosok-pelosok dan penguatan jaringan pendidikan online di kawasan tertinggal Indonesia, ketiga, penguatan metaverse pada PJJ, keempat, akses PJJ ke luar negeri, kelima, hilirisasi riset teknologi pendidikan, serta keenam, kemitraan SiberMu dengan industri, pelaku usaha, dan pelaku kreatif untuk inovasi dan akses PJJ yang lebih luas.

Ditambahkan, pada tahun kedua ini seluruh program studi yang diselenggarakan oleh SiberMu telah terakreditasi baik oleh Badan Akreditasi Nasional dan Badan Akreditasi Mandiri. Artinya, SiberMu memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Ini adalah bagian dari penjaminan mutu untuk menjaga kepercayaan masyarakat luas, sehingga menepis kekhawatiran akan kualitas PJJ," tegasnya.

Sekretaris Senat SiberMu Punang Amari Puja menyatakan komitmen SiberMu untuk mendorong perluasan akses pendidikan online yang berkualitas juga diwujudkan dengan program Massive Open Online Courses (MOOCs) layanan berbagi pembelajaran yang bisa diakses oleh masyarakat umum, menyediakan ratusan mata kuliah keterampilan di bidang teknologi, entrepreneurship, desain grafis.

"Program ini telah diakses oleh lebih dari 735 pengguna, yang mayoritasnya adalah anak muda, pekerja, pelaku usaha, UMKM, dan konten kreator di Indonesia," kata Punang.

Sebagai wujud apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi kebijakan pendidikan jarak jauh di Indonesia, Milad SiberMu ke-2 ini juga  memberikan penghargaan kepada Prof Paulina Pannen sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia.

Prof Paulina saat ini menjabat sebagai Direktur Indonesia Cyber Education Institute (ICE-Institute). ICE Institute merupakan sebuah platform berbagi pembelajaran online yang menyediakan bermacam kuliah online dari banyak perguruan tinggi dan penyedia pembelajaran daring di seluruh Indonesia.

Paulina Pannen, telah malang melintang di Kementerian Pendidikan Indonesia dan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan progresif pendidikan jarak jauh, sehingga dapat dinikmati secara masif oleh masyarakat saat ini.

Menurut Paulina Pannen, saat ini jumlah perguruan tinggi yang merupakan perguruan tinggi dengan layanan PJJ masih sangat sedikit. Untuk universitas ada Universitas Terbuka, Universitas Siber Asia, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dan Sibermu.

Sedangkan jumlah universitas yang menawarkan prodi PJJ baru sebanyak 27 universitas dengan 95 prodi. "Padahal demand nya besar sekali. Jadi mari kita berkolaborasi bukan berkompetisi, masalah yang kita hadapi untuk dihadapi bersama," ujar Paulina Pannen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement