Kamis 02 Nov 2023 03:56 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Belum Ada Kasus Cacar Monyet

Masyarakat diminta selalu waspada serta mengenali gejala Mpox.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Virus cacar monyet.
Foto: CDC
Virus cacar monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan belum ada kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Kota Pahlawan. Meski demikian, Kadinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

"Meski penyakit Mpox telah ditemukan di Indonesia, di Kota Surabaya sampai dengan hari ini belum ada kasus Mpox yang dilaporkan," kata Nanik di Surabaya, Rabu (1/11/2023).

Nanik mengaku, Dinkes telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu. Apabila ditemukan kasus dugaan Mpox, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki ruang isolasi khusus untuk tatalaksana kasus sesuai standar.

"Sebab, Mpox berbeda dengan penyakit cacar air. Perbedaan khas Mpox terdapat pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan pada cacar air tidak ada," ujarnya.

 

Nanik pun mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada serta mengenali gejala Mpox. Apalagi, penyakit Mpox dapat menular ke semua usia, yang penularannya dapat melalui kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi melalui percikan droplet.

Gejala yang perlu diwaspadai adalah munculnya demam lebih dari 38 derajat Celsius, muncul ruam/lesi/keropeng kulit pada area wajah, telapak tangan dan kaki, serta alat kelamin.

Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, serta kelelahan tubuh.

"Bentuk mitigasi penyakit cacar monyet harus menghindari kontak langsung dengan hewan penular yang diduga terinfeksi Mpox seperti hewan pengerat, yaitu tupai, tikus, dan hamster. Lalu jenis hewan marsupial, seperti koala dan tikus berkantung, dan primata non-manusia seperti monyet dan kera baik mati atau hidup," kata dia.

Selanjutnya adalah menghindari mengkonsumsi atau menangani daging yang diburu dari hewan liar. Membiasakan mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat menangani hewan yang terinfeksi.

Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit diminta segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala dan menginformasikan riwayat perjalanannya. "Seseorang yang mengalami gejala mengarah Mpox tidak boleh menghadiri acara, pesta, atau pertemuan," tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement