Kamis 02 Nov 2023 13:43 WIB

Apakah Jembatan Kaca di Kawasan Wisata Bromo Sudah Miliki Sertifikat CHSE?

Jembatan tersebut telah diujicobakan untuk aspek beban statis.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Pembangunan jembatan kaca di kawasan Gunung Bromo direncanakan selesai pada Desember 2023.
Foto: Dok Kementerian PUPR
Pembangunan jembatan kaca di kawasan Gunung Bromo direncanakan selesai pada Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Tingkat keselamatan dan keamanan jembatan kaca tengah menjadi perhatian banyak publik. Hal ini terjadi setelah jembatan kaca di wilayah Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), retak sehingga mengakibatkan satu pengunjung tewas.

Jembatan di area kawasan Gunung Bromo pun turut menjadi perhatian publik. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Kementerian PUPR tengah membangun jembatan kaca.

Wahana untuk pengunjung kawasan wisata Gunung Bromo ini direncanakan selesai dibangun pada akhir Desember 2023. Plt Kepala Disporapar Probolinggo, Bambang Heriwahjudi menegaskan, pihaknya akan selalu koordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan pelaksana pekerjaan guna memastikan kenyamanan dan keamanan jembatan.

Pasalnya, mereka yang memahami teknis pengerjaan dari jembatan kaca. "Seperti apa bahan yang digunakan, bagaimana perawatannya dan lain-lain," kata pria disapa Yudi ini kepada Republika.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, jembatan tersebut telah diujicobakan untuk aspek beban statis. Bahkan setelah uji coba pecah, kacanya masih dapat menahan beban.

Langkah ini semata-mata bertujuan untuk melihat keamanan dan kenyamanan jembatan kaca. Adapun perihal sertifikat Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), ini akan diajukan ke Kemenparekraf RI saat pembangunan jembatan selesai.

"Nanti yang mengajukan tentu penerima serah terima dari Kementerian PUPR. Kalau memang operatornya Disporapar, tentu akan segera kami proses," jelasnya, Kamis (2/11/2023).

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, wahana jembatan kaca The Geong di kawasan wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas, belum melakukan sertifikasi ulang CHSE.

Artinya, wisata jembatan tersebut belum mengantongi izin usaha. Kondisi ini pun menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku usaha yang menyediakan jembatan kaca dalam wisatanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement