Kamis 02 Nov 2023 16:55 WIB

UGM dan Pemprov Kalteng Jalin Kerja Sama Penguatan SDM

Menurut Wening apa yang dilakukan Gubernur Kalteng untuk memperkuat social capital.

Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Sedikitnya ada 12 perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh pejabat kepala dinas di lingkungan pemprov Kalteng dengan pejabat Wakil Dekan dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Kehutanan, Peternakan, Fisipol dan FKKMK UGM, Kamis (2/11/2023) di ruang multimedia II Gedung Pusat UGM.
Foto: Humas UGM
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Sedikitnya ada 12 perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh pejabat kepala dinas di lingkungan pemprov Kalteng dengan pejabat Wakil Dekan dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Kehutanan, Peternakan, Fisipol dan FKKMK UGM, Kamis (2/11/2023) di ruang multimedia II Gedung Pusat UGM.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjalin kerja sama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Sedikitnya ada 12 perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh pejabat kepala dinas di lingkungan pemprov Kalteng dengan pejabat Wakil Dekan dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Kehutanan, Peternakan, Fisipol dan FKKMK UGM, Kamis (2/11/2023) di ruang multimedia II Gedung Pusat UGM.  Penandatangan nota kesepahaman bersama ini disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

Gubernur Sugianto Sabran mengatakan tujuan kedatangannya menjalin kerja sama dengan UGM dalam rangka memperkuat kualitas SDM dalam berbagai bidang terutama dalam mengirimkan calon tenaga dokter spesialis, sub spesialis dan keperawatan. "Kami datang dengan tekad karena Kalteng bagian dari NKRI. Niat kami ke sini ingin mengubah Kalteng yang bermartabat, elok, dan amanah. Kita ingin membangu sektor pendidikan agar bisa membangun dengan lebih bermartabat. Bisa melalui dana APBD atau dana pribadi dengan pengusaha untuk penguatan SDM. Jika tidak maka kita tidak akan berubah," kata Sugianto.

Baca Juga

Ia menyebutkan bahwa Kalteng sekarang ini memiliki luas sekitar 153 ribu hektare dengan jumlah penduduk sekitar 2,7 juta jiwa. Meski memiliki luasan terbesar kedua setelah Provinsi Papua, provinsi Kalteng ini menurutnya belum memiliki fasilitas yang memadai seperti bandara internasional dan pelabuhan laut yang memadai. "Saking luasnya namun kita sulit bisa bersaing. Kita ingin sekolahkan orang hebat kita ke UGM," ujarnya.

Selain mengirim anak muda melanjutkan kuliah di kampus UGM, ia juga mendorong percepatan penguatan program hilirisasi produk dari hasil sumber daya alam dengan bekerja sama dengan UGM. "Kalteng itu kaya akan hasil hutan, kita ingin bahan bakunya dan pabriknya dibangun di sini. Perkebunan sawit kita itu 2,28 juta hektare. Kita ingin nantinya jadi  penghasil CPO terbesar. Kita punya batubara, bauksit, aluminium dan silika juga. Makanya yang perlu kita bangun SDM, kita harus menguasai teknologi," jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof Wening Udasmoro menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kerja sama antara UGM dengan Pemerintah Provinsi Kalteng baik dalam bidang penguatan ekonomi, teknologi dan kesehatan. "Teknologi menjadi pilar agar bagaimana kita bisa maju. Termasuk juga bidang peternakan dan perikanan agar kita bisa mencegah stunting," katanya.

Dalam kesempatan itu, Wening juga sependapat dengan Gubernur yang memiliki tekad kuat untuk membangun membangun Pendidikan bahkan rela untuk mengeluarkan dana pribadi. Menurutnya apa yang dilakukan Gubernur tersebut dalam rangka memperkuat social capital masyarakat. "Semua hal yang disampaikan oleh Gubernur untuk meningkatkan kualitas SDM," katanya.

Di UGM, kata Wening, memiliki berbagai program untuk merekrut talenta muda dari berbagai daerah yang memiliki kemampuan akademik yang mumpuni namun berasal dari ekonomi keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan di kampus UGM. "Kami memiliki project afirmasi berbasis geografi dimana yang bersekolah berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Kita bekerja sama dengan banyak Provinsi yang mengirimkan calon mahasiswa sarjana dan pascasarjana," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement