Kamis 09 Nov 2023 11:37 WIB

Jaga Warga Diminta Bantu Ciptakan Suasana Kondusif di Yogyakarta 

Singgih menekankan bahwa nilai-nilai keistimewaan harus terus dijaga dan digelorakan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Yogyakarta, Singgih Raharjo melaksanakan shalat Idul Adha bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta, Kamis (29/6/2023).
Foto: Tangkapan layar
Penjabat (Pj) Wali Kota (Walkot) Yogyakarta, Singgih Raharjo melaksanakan shalat Idul Adha bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Agung atau Istana Negara Yogyakarta, Kamis (29/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Jaga Warga yang sudah dibentuk di setiap wilayah di DIY, termasuk di Kota Yogyakarta berperan dalam mencegah terjadinya konflik di masyarakat. Jaga Warga ini diminta untuk membantu menciptakan suasana kondusif, terlebih di masa menjelang Pemilu 2024 ini. 

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. Singgih menyebut, Jaga Warga ini juga berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi percikan konflik yang ada di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

"Memitigasi supaya tidak ada kejadian ataupun konflik, jangan menunggu terjadi konflik baru diselesaikan. Untuk itu, mitigasi menjadi sangat penting dalam menjaga kerukunan antar warga agar tercipta kenyamanan dan keamanan di wilayah," kata Singgih dalam keterangan resminya, Rabu (8/11/2023). 

Singgih menuturkan, kerukunan dan gotong royong menjadi budaya dan ciri dari masyarakat yang ada di DIY, sebagai daerah istimewa. Oleh sebab itu, Singgih menekankan bahwa nilai-nilai keistimewaan harus terus dijaga dan digelorakan. 

Salah satunya dengan menciptakan suasana yang rukun dan kondusif. Disini pentingnya peran Jawa Warga untuk bisa membantu menciptakan suasana kondusif tersebut di lingkungan masyarakat guna mencegah terjadinya konflik. 

"Budaya kita adalah saling mengingatkan dan menguatkan, itu peran Jaga Warga menjadi sangat penting utamanya menjelang pesta demokrasi 2024, kalau sudah ada gejala benturan antar warga harus langsung ditindaklanjuti untuk dimediasi dan diredam konfliknya," ucap Singgih.

Singgih juga menekankan bahwa ketika di level akar rumput potensi konflik sudah dapat dideteksi secara dini dan bisa diselesaikan, maka akan tercipta situasi yang aman, tertib dan nyaman di Kota Yogyakarta. 

"Tentu dengan adanya Jaga Warga yang bersinergi dengan Polisi RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, dan kelompok lainnya, akan semakin memperkuat situasi kondusif di Kota Yogyakarta dengan terus menerapkan nilai-nilai budaya yang ada," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement