Selasa 19 Dec 2023 00:16 WIB

Wakil Bupati Tegaskan Sleman Siap Sambut Wisatawan

Sleman akan terus mengembangkan destinasi wisata.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Erdy Nasrul
Seniman menggambar mural di Desa Wisata Rumah Domes, Prambanan, Sleman , Yogyakarta, Rabu (15/11/2023). Kegiatan menggambar rumah domes ini dalam rangka Pekan Budaya Difabel (PBD) 2023 dengan tema Obah Mamah Mingset Greget. Berbagai macam tema mural akan digarap oleh seniman yang lolos kurasi. Waktu menggambar rumah berbentuk bulat peninggalan gempa 2006 ini dilakukan hingga Ahad (19/11/2023) mendatang. Lebih dari 10 rumah domes yang nanti akan di mural oleh seniman yang berbeda.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Seniman menggambar mural di Desa Wisata Rumah Domes, Prambanan, Sleman , Yogyakarta, Rabu (15/11/2023). Kegiatan menggambar rumah domes ini dalam rangka Pekan Budaya Difabel (PBD) 2023 dengan tema Obah Mamah Mingset Greget. Berbagai macam tema mural akan digarap oleh seniman yang lolos kurasi. Waktu menggambar rumah berbentuk bulat peninggalan gempa 2006 ini dilakukan hingga Ahad (19/11/2023) mendatang. Lebih dari 10 rumah domes yang nanti akan di mural oleh seniman yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dalam rangka menyambut momen libur natal dan tahun baru (Nataru),  Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan dan nataru khususnya terkait kegiatan wisata, pada Senin (18/12/2023).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan Pemkab Sleman terus melalukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan momen libur nataru di Sleman dapat berjalan aman dan lancar. Hal ini mengingat jelang libur nataru, jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman cenderung kerap mengalami peningkatan.

Baca Juga

"Hingga saat ini kita terus berkoordinasi dan berdiskusi dengan semua pihak yang terlibat, termasuk pelaku wisata, sehingga nanti libur nataru di Sleman terutama untuk kegiatan wisatanya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kita harapkan, dengan koordinasi ini, wisatawan yang datang pun bisa merasa aman dan nyaman selama di Sleman," kata Danang dalam keterangannya.

Pemkab Sleman juga menggelar diskusi bersama pelaku wisata di kawasan lereng Gunung Merapi. Danang mengatakan bahwasanya Sleman siap menerima kehadiran wisatawan yang akan menikmati libur akhir tahun 2023. 

 

Danang mengimbau kepada seluruh komunitas dan pegiat wisata untuk memiliki rasa handarbeni. Sehingga setiap individu saling mempunyai rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama di kawasan Sleman.

"Saya dan semua dinas terkait selalu mewanti-wanti komunitas, untuk selalu mengawasi terkait pengawasan internal mereka sendiri. Jadi saya harap pelaku wisata bisa memahami terkait standar keamanan dan keselamatan pengunjung. Karena menjaga keselamatan bersama itu yang paling penting. Kalau semua punya rasa saling memiliki terkait keselamatan ini, maka kita harap accident itu dapat kita minimalisir," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid, menuturkan rapat koordinasi kesiapsiagaan dan nataru dilaksanakan untuk menyatukan persepsi dalam menghadapi libur nataru. Terutama dengan kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan, koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi untuk menghindari terjadinya kecelakaan di kawasan wisata.

"Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi jelang libur nataru ini. Terlebih berdasarkan data di tahun 2023 ini Sleman sudah memenuhi 98 persen dari target wisata. Yang paling penting disini adalah komitmen dari seluruh pihak dalam mensukseskan pariwisata di Kabupaten Sleman," ungkap Ishadi.

Untuk itu, Dinas Pariwisata Sleman melakukan koordinasi kesiapsiagaan bencana dan libur nataru antara masyarakat bersama BPBD Sleman, Polres Sleman, dan Kodim Sleman. Melalui diskusi ini, Ishadi berharap dapat lahir pemahaman bersama dalam menciptakan keselamatan dan kenyamanan dalam berwisata. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement