Ahad 24 Dec 2023 16:56 WIB

Arus Petikemas Impor di TPS Diperkirakan Meningkat 3 Persen Saat Nataru

PT TPS telah memastikan kehandalan peralatan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Truk trailer melintas di lapangan penumpukan kontainer di PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Truk trailer melintas di lapangan penumpukan kontainer di PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif mengantisipasi penumpukan petikemas di terminal saat momen Natal dan tahun baru 2024. Hal itu sebagai dampak pembatasan pemerintah terhadap aktivitas operasional pengangkutan barang melalui ruas jalan tol.

"TPS telah memprediksi terjadinya peningkatan arus petikemas, utamanya petikemas impor," kata Direktur Utama PT TPS, Wahyu Widodo. Pihaknya telah memastikan kehandalan peralatan guna menjamin kinerja layanan yang optimal.

Di antaranya melakukan pengelolaan jadwal pemeliharaan Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), head truck, dan alat bongkar muat lainnya.

"Kami juga mengatur slot lapangan penumpukan dengan menyiapkan blok-blok penumpukan sementara untuk petikemas impor, yang diperkirakan akan naik jelang libur akhir tahun," ujarnya.

Wahyu memproyeksikan, pada libur Nataru, peningkatan volume petikemas impor lebih 3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi peningkatan volume reefer container yang ditangani dan memerlukan fasilitas reefer plug, TPS menyediakan 1.448 reefer plug.

"Hal ini untuk memastikan kapasitas yang memadai sebagai antisipasi potensi peningkatan tersebut," katanya. Wahyu melanjutkan, tim operasional, perencanaan, dan IT di TPS telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap Terminal Operating System (TOS) untuk mencegah potensi kendala dalam sistem.

Selain fokus pada kehandalan fasilitas dan peralatan, TPS telah menerapkan pola cuti bergilir untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia saat libur Nataru.

"Kami akan terus beroperasi 24 jam tujuh hari selama periode Nataru, seperti tahun-tahun sebelumnya. TPS tetap berkomitmen untuk memastikan kelancaran aliran logistik tanpa ada gangguan," kata Wahyu.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement