Rabu 10 Jan 2024 11:29 WIB

Kunjungi Yogyakarta, Alam Ganjar Bagikan Pengalaman Dirikan Tim Esports

Alam berkomitmen untuk menjadikan Pigmy Team semakin solid dan profesional.

Alam Ganjar (tengah) bercerita dalam kegiatan Cerita Kita di Tilasawa Coffee Roaster, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (9/1/2023) malam.
Foto: dokpri
Alam Ganjar (tengah) bercerita dalam kegiatan Cerita Kita di Tilasawa Coffee Roaster, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (9/1/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — CEO Pigmy Team sekaligus Ketua Asosiasi eSports Jawa Tengah, Muhammad Zinedine Alam Ganjar berbagi pengalaman awal mula mendirikan tim eSports Pigmy.

"Pertama kali terjun ke game tersebut baru tahun 2020 sebagai pemain casual karena sepupu paling dekat harus terbang ke Rusia buat ambil S2 dan waktu itu lagi Covid-19, jadi dia enggak bisa pulang sama sekali dan kita lagi cari cara gimana komunikasi itu terus berlanjut tentunya pakai game," kata Alam di hadapan anak-anak muda Yogyakarta pada kegiatan Cerita Kita di Tilasawa Coffee Roaster, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (9/1/2023) malam.

Atas dasar tersebut, terbesit pikiran untuk menjadi seorang pro player. Namun karena skill-nya tidak sampai berada pada level profesional, orientasi pun berubah yang pada akhirnya mengantarkan Alam mendirikan salah satu tim eSports.

"Alhamdulillahnya Tuhan kasih jalan waktu itu diajak senior yang saat itu sebagai ketua umum asosiasi Esports, jadi saya ditarik di asosiasi sehingga punya akses untuk berkecimpung di level manajerial mencari pemain berbakat," kata Alam.

Berkat ketekunan dan usahanya bersama tim saat itu, Pigmy Team berhasil menorehkan hasil positif dalam kejuaraan liga utama PUBG Mobile pada bulan Desember 2023 lalu.

"Alhamdulillah pada akhir tahun kemarin bulan Desember kemarin berkat perjuangan teman-teman yang luar biasa akhirnya dapat achievement jadi national champion di liga utamanya PUBG Mobile. Suatu kehormatan bisa mewakili Indonesia di kancah PUBG Mobile tingkat Asia Tenggara di Malaysia pada bulan Februari,” jelas Alam.

Di luar keberhasilannya dalam meracik tim hingga menjadi juara, Alam mengaku kerap mendapatkan persoalan di lapangan, salah satunya ialah sulitnya atlet Pigmy Team yang masih sekolah mendapatkan izin untuk mengikuti kejuaraan.

"Perjalanannya cukup panjang karena tim eSports ini lekat dengan border line antara anak muda sama anak kecil. Jadi dua player kami itu masih sekolah SMA dan SMK. Jadi yang paling menantang mungkin bukanlah bagaimana kita meningkatkan performa mencari talenta atau bahkan menjadikan industri itu sustainable, tapi paling susah adalah urus izin sekolah anak-anak. Itu paling susah. Pengalaman di tahun sebelumnya salah satu player kami itu menjadi salah satu kontingen di SEA Games itu juga izinya susahnya minta ampun," ujar Alam.

Di tengah segala kendala, Alam tetap berkomitmen untuk menjadikan Pigmy Team semakin solid dan profesional hingga menorehkan hasil di level tertinggi.

"Kita akan komitmen bantu teman-teman buat terus menaikkan level mereka biar tembus jadi profesional dan sekarang alhamdulillah-nya enggak cuman jadi professional champion juga,” kata Alam.

Selain Alam, dalam kegiatan Cerita Kita kemarin juga turut serta dihadiri oleh sejumlah narasumber pelaku usaha lainnya seperti CEO Kenapa Creative Hilmy Nur Fuadi, Co Founder Ilusyx & Morostudio, dan Founder Murakebi Minggir & Agradaya. Mereka membagikan pengalaman dan kisah inspiratifnya dalam forum tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement