Rabu 17 Jan 2024 17:36 WIB
Lentera

Pembentuk Pola

Tuntutan adanya kebaruan dalam sebuah penelitian merupakan sebuah keniscayaan.

Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta
Foto: amikom
Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta

Oleh : Prof Ema Utami (Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Amikom Yogyakarta)

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap kali datang berkunjung ke almamater, yaitu di Fakultas MIPA UGM maka kenangan saat kuliah di kampus ini hadir kembali dalam ingatan. Seperti pada hari Selasa kemarin, 16 Januari 2024 saat saya diundang kembali menjadi tim penguji dalam Ujian Tertutup Program Doktor Ilmu Komputer. Memori kenangan masa-masa kuliah baik saat S1, S2, dan S3 di tempat ini kembali muncul.

Total waktu kurang lebih sembilan tahun perjalanan kuliah selama S1, S2, dan S3 dipastikan membawa kenangan tersendiri. Walau kini sudah banyak perubahan fisik terjadi seperti adanya gedung baru dan berpindahnya seluruh aktivitas kuliah di kampus utara.

Proses selama kuliah dipastikan diwarnai dengan berbagai goresan dan catatan perjalanan tersendiri bagi setiap mahasiswa. Awal perkuliahan S1 dengan OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus)-nya, kegiatan perkuliahan dan praktikum dengan berbagai tugasnya sampai dengan mencari dan mendapatkan ide penelitian serta menjadikannya judul Skripsi, Tesis, atau Disertasi mungkin masih menjadi bagian dari ingatan yang tersimpan bagi sebagian orang. Demikian pula bagaimana proses penyelesaian Skripsi, Tesis, atau Disertasi sampai dengan tujuan akhir. Proses perjalanan yang terkadang harus dilalui yang penuh dengan berbagai lika-liku dan tantangan, berkelok-kelok, serta naik-turun menjadi memori yang akan terus dikenang.  

Tuntutan adanya kebaruan dalam sebuah penelitian di kampus merupakan sebuah keniscayaan. Skripsi, Tesis, dan Disertasi tentu sangat diharapkan memberikan tambahan nilai baru sesuai dengan kadarnya masing-masing. Pencarian kebaruan ini yang terkadang menjadi proses yang cukup panjang, khususnya bagi mahasiswa program Doktor.

 

Terus berdiskusi dalam pencarian kebaruan yang kemudian bisa dituangkan dalam sebuah penelitian menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan, dan dipastikan banyak tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Selama berinteraksi dengan proses ini, baik dari pengalaman pribadi, rekan sejawat, dan khususnya mahasiswa dalam proses bimbingan baik Skripsi, Tesis, maupun Disertasi didapati berbagai sikap dan  karakter dalam menjalani proses tersebut.

Banyak mahasiswa yang memiliki sikap dan karakter positif dalam menjalani proses panjang tersebut. Namun demikian terkadang proses panjang tersebut memunculkan sikap dan karakter yang tidak sesuai dengan etika akademik. Proses panjang tersebut tentu diharapkan dapat mencapai ujung perjalanan akhir, yakni perolehan gelar Sarjana, Magister, atau Doktor. Sebuah pencapaian yang tentu diharapkan dapat menjadi pewarna kehidupan, khususnya dalam karir. Pewarna kehidupan yang kadang dijumpai memberikan perbedaan dalam sikap dan karakter individu yang satu dengan individu yang lainnya. 

Seluruh perjalanan di kampus tentu hanyalah merupakan salah satu penempa dalam membentuk jalan hidup seorang individu. Hasil tempaan yang berbeda-beda dan bergantung dengan pengalaman, pergaulan, lingkungan, serta faktor lain dapat turut memberikan andil dalam proses yang dilewati di dalamnya. Sebuah proses panjang penempaan yang pada akhirnya menghasilkan pola-pola yang membentuk diri dari setiap individu. Setiap diri pribadi dipastikan menjadi aktor dan faktor utama dalam menentukan bagaimana hasil pembentukan pola tersebut. 

Ayat ke-11 surat Ar-Ra’d yang cukup sering dikutip menjadi pengingat pentingnya diri pribadi dalam membentuk pola tersebut, "Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." Wallahu a’lam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement