
Oleh : Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)
REPUBLIKA.CO.ID,Kelancaran studi di perguruan tinggi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berasal dari diri pribadi mahasiswa, seperti motivasi, manajemen waktu, dan kesiapan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek eksternal, termasuk tingkat kompleksitas penelitian yang dijalani. Oleh karena itu, perencanaan yang matang serta manajemen studi yang baik menjadi kunci penting dalam menempuh pendidikan tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, pada hari Senin (19/1/2026) lalu telah dilaksanakan kegiatan di Universitas Amikom Yogyakarta yang berkaitan dengan proses studi di perguruan tinggi, khususnya pada jenjang Magister dan Doktoral.
Pada hari Senin (19/1/2026), sebagai salah satu tim dalam kegiatan Audiensi dan Review Progres Studi Lanjut Program Doktor bagi 51 dosen Universitas Amikom Yogyakarta, saya melihat dengan jelas bahwa faktor diri pribadi mahasiswa memegang peranan yang sangat krusial dalam penyelesaian studi. Motivasi diri yang kuat menjadi pendorong utama bagi mahasiswa untuk tetap konsisten menghadapi berbagai tantangan akademik, sementara kemampuan mengelola waktu menentukan sejauh mana proses studi dapat berjalan secara efektif dan terarah. Mahasiswa dengan motivasi yang terjaga cenderung lebih mampu menetapkan target, menjaga ritme kerja akademik, serta tidak mudah terhambat oleh kendala administratif maupun teknis penelitian.
Setiap perguruan tinggi dapat memiliki tahapan dan mekanisme yang berbeda-beda dalam proses studi. Setiap tahapan dan mekanisme tersebut dipastikan direncanakan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengatur dan mengelola waktu sehingga mampu menyelesaikan studi dengan tepat waktu. Namun, seluruh tahapan tersebut dirancang untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi mahasiswa dalam mengatur serta mengelola waktu studi secara mandiri. Pemanfaatan tahapan ini secara optimal menjadi sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesadaran mahasiswa itu sendiri.
Hari Selasa (20/1/2026) lalu, saya juga menjadi bagian dari tim pembimbing dan penguji mahasiswa Program Doktor di Universitas Amikom Yogyakarta yang melaksanakan ujian seminar hasil penelitian. Sebanyak empat mahasiswa doktoral telah melalui berbagai tahapan dalam proses penyelesaian studi mereka. Dalam forum tersebut tampak bahwa sebagian mahasiswa mampu menjaga ritme kerja akademik dan menjalankan rencana studi yang telah ditetapkan secara konsisten. Namun demikian, tidak dapat dihindari bahwa terdapat pula mahasiswa yang mengalami berbagai kendala selama proses studi. Kendala tersebut umumnya bukan semata-mata disebabkan oleh tingkat kesulitan penelitian, melainkan juga berkaitan dengan menurunnya motivasi diri, kurang optimalnya manajemen waktu, serta tantangan dalam menyeimbangkan peran akademik dengan tanggung jawab profesional dan personal.
Pada hari yang sama, saya juga menyaksikan secara langsung dinamika proses studi dari sudut pandang yang berbeda. Anak kami yang kedua, Najwa Rashika, melaksanakan tahapan seminar hasil penelitian pada Program Studi S1 Aerospace Engineering di Institut Teknologi Bandung. Seminar hasil penelitian yang dilaksanakan di penghujung semester ketujuh ini menjadi tahapan awal sebelum mengikuti ujian pendadaran yang Insya Allah dijadwalkan pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Tidak dapat dimungkiri bahwa berbagai tantangan dan hambatan turut mewarnai perjalanan Najwa hingga mencapai tahapan akhir studi Sarjana tersebut. Penyesuaian jadwal, perubahan rencana kegiatan, serta tuntutan akademik yang semakin kompleks menjadi bagian dari proses yang harus dijalani. Dalam situasi seperti ini, kemampuan menjaga motivasi diri dan mengelola waktu secara adaptif menjadi faktor penentu agar proses studi tetap berjalan sesuai arah yang direncanakan.
Pengalaman yang terjadi dalam dua hari tersebut, baik dalam konteks studi Doktoral di Universitas Amikom Yogyakarta maupun studi Sarjana di Institut Teknologi Bandung, memberikan gambaran yang semakin nyata bahwa tantangan studi lanjut maupun studi awal memiliki benang merah yang sama. Perbedaan jenjang dan kompleksitas akademik tidak menghilangkan pentingnya peran manajemen diri, kedisiplinan, serta komitmen pribadi dalam menyelesaikan studi.
Pada akhirnya, sistem, mekanisme, dan dukungan institusi merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan tinggi. Namun keberhasilan studi tetap sangat bergantung pada sejauh mana mahasiswa mampu mengenali, mengelola, dan menguatkan faktor-faktor internal dalam dirinya. Motivasi yang terjaga dan manajemen waktu yang baik bukan hanya membantu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga membentuk karakter pembelajar yang tangguh dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Alquran surat Al-Insyirah: ayat 7–8, “Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain) dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah!” Wallāhu a‘lam.