Rabu 24 Jan 2024 23:24 WIB

31.041 Ton Jagung Subsidi Ditujukan untuk Peternak Ayam di Kediri

Harga jagung mengalami kenaikan, sehingga menyulitkan peternak ayam.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Peternak memberi makan ayam.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
(ILUSTRASI) Peternak memberi makan ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, menyalurkan total 31.041 ton jagung subsidi untuk peternak ayam petelur. Hal itu menyikapi harga jagung yang mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan, pada September-Oktober 2023, harga jagung masih di bawah Rp 7.000 per kilogram. “Namun, pada bulan Januari 2024 ini sudah bertengger di harga Rp 8.800 per kilogram,” kata dia, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga

Menurut Tutik, naiknya harga jagung yang terbilang signifikan itu membuat peternak ayam kesulitan. Peternak mengeluhkan kenaikan harga jagung tersebut. Apalagi, 70 persen pakan utama ternak ayam itu jagung.

Menyikapi hal itu, Tutik mengatakan, pemerintah melakukan intervensi, yaitu dengan menyalurkan jagung bersubsidi. Penyaluran tahap satu ditujukan untuk 61 peternak berskala besar, dengan total 25.041 ton, dan 281 peternak berskala mikro, berjumlah 6.000 ton, dalam kurun waktu tiga bulan, terhitung sejak November 2023 hingga Januari 2024.

Tutik mengatakan, penyaluran jagung bersubsidi itu juga bagian dari program Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar peternak bisa mendapatkan bahan pakan ternak dengan harga lebih terjangkau.

“Artinya, pemerintah menyiapkan jagung impor dengan harga lebih murah, yaitu Rp 4.900 per kilogram, yang dialokasikan untuk kebutuhan selama tiga bulan bagi peternak,” kata Tutik. 

Tutik mengatakan, sasaran bantuan jagung bersubsidi tersebut adalah peternak yang telah diverifikasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri atau pengurus asosiasi peternak.

“Jadi, jangan sampai adanya jagung murah ini disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi,” kata Tutik.

Dengan penyaluran jagung bersubsidi itu, Tutik mengatakan, diharapkan para peternak di Kabupaten Kediri dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

“Setidaknya pada kondisi saat ini dengan harga tinggi, barang juga sangat terbatas, kami berharap dukungan yang diberikan betul-betul dimanfaatkan oleh peternak,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement