Jumat 09 Feb 2024 13:53 WIB

Baru Diresmikan, Taman Kuliner Bangunharjo di Bantul Diharapkan Bisa Dikenal

Bupati Bantul berharap taman kuliner itu dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Foto: Idealisa Masyrafina
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Kalurahan Bangunharjo di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini mempunyai Taman Kuliner. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap taman kuliner itu bisa dikenal dan dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat.

Taman Kuliner Bangunharjo, yang dibangun di atas tanah seluas sekitar 700 meter persegi, lokasinya bersebelahan dengan Pasar Tradisional Triwindu atau Pasar Ngoto. Di tempat tersebut tersedia berbagai pilihan kuliner, seperti pecel tiwul, mi teklek, mi lethek, bakmi jawa, berbagai olahan ayam, pempek, bandeng tanpa duri, serta berbagai macam jamu tradisional. 

Baca Juga

Taman kuliner yang buka sejak pagi sampai malam itu diresmikan Bupati Bantul pada Kamis (8/2/2024) malam. “Senjata utama masyarakat Bantul adalah kreativitas. Dengan didirikannya taman kuliner ini akan membangkitkan geliat ekonomi daerah yang diharapkan akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati, mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, mengapresiasi Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Bangkit Karya Kalurahan Bangunharjo yang mendirikan taman kuliner itu sebagai salah satu unit usahanya. Sebagaimana amanat Undang-Undang Desa, kata dia, pemerintah desa melalui Bumkal menjalankan upaya pemberdayaan masyarakat desa. 

 

“Karena kita ingin kesejahteraan ekonomi masyarakat Bantul bisa kita tingkatkan melalui kreativitas dan inisiatif kelurahan-kelurahan,” ujar Bupati.

Kepada Bumkal Bangkit Karya, Bupati berpesan agar Taman Kuliner Bangunharjo ini bisa terus ditingkatkan fasilitas dan layanannya, begitu juga produk yang dijualnya. “Pastikan olahan makanan yang disajikan lezat dan higienis,” ujar dia. 

Agar dikenal masyarakat ataupun wisatawan, Bumkal diminta menggencarkan promosinya, seperti melalui media sosial (medsos). “Promosikan tempatnya dengan medsos yang ada. Ramaikan tempatnya dengan alunan musik yang bisa diterima seluruh kalangan masyarakat, seperti akustik, dangdut, Koes Plus, maupun lagu lawas lainnya,” ujar Bupati.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement