Sabtu 10 Feb 2024 21:21 WIB

Bawaslu Kabupaten Blitar Siagakan Ribuan Pengawas Tempat Pemungutan Suara

Ada 3.536 TPS di 22 kecamatan yang harus diawasi di Kabupaten Blitar.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Simulasi pemungutan suara pemilu.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
(ILUSTRASI) Simulasi pemungutan suara pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menyiagakan 3.536 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2024. Mereka akan mengawasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 14 Februari mendatang.

Pada Sabtu (10/2/2024) ini digelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024 di Kabupaten Blitar. Petugas pengawas nantinya akan mengawasi 3.536 TPS yang tersebar di 22 kecamatan.

Baca Juga

“Sekitar satu juta suara di Kabupaten Blitar akan dipercayakan kepada kami saat pemilu nanti. Pengawas TPS sebagai ujung tombak pengawasan dan penghitungan nantinya. Yang bisa menentukan pemilu itu baik atau tidak itu ya pengawas pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria, saat apel siaga.

Sebelum hari pemungutan suara, Ida mengatakan, para pengawas akan melakukan pengawasan masa tenang, 11-13 Februari 2024. Para pengawas diminta memantau para peserta pemilu agar tidak melakukan aktivitas kampanye pada masa tenang.

 

Selain itu, menurut Ida, tidak boleh ada juga alat peraga kampanye (APK). “Hari ini terakhir masa kampanye. Mulai pukul 00.00 WIB, kami akan lakukan pembersihan alat peraga kampanye. Jadi, saat masa tenang tidak boleh ada kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun,” kata dia.

Bupati Blitar Rini Syarifah berpesan kepada pengawas TPS agar tetap menjaga netralitas saat menjalankan tugas. “Tugas pengawasan ini tidak ringan. Tetap semangat mengawal demokrasi, bersikap profesional dan penuh tanggung jawab. Jika ada kendala, segera koordinasi dengan pihak terkait sesuai aturan,” kata dia.

Kepada masyarakat, Bupati berharap bisa berperan dengan menyalurkan hak suaranya di TPS dan tetap menjaga situasi kondusif. “Pekan ini merupakan pesta demokrasi yang diadakan lima tahun sekali. Saya berharap masyarakat tidak ada yang ‘golput’ karena suara rakyat Indonesia sangat menentukan masa depan negeri ini,” kata Bupati.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement