Selasa 27 Feb 2024 13:47 WIB

Pemkab Bojonegoro Anggarkan 15 Kali Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah diharapkan membantu menekan harga komoditas di pasaran.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Warga mengantre untuk membeli beras saat kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
(ILUSTRASI) Warga mengantre untuk membeli beras saat kegiatan Gerakan Pangan Murah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun ini. GPM digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerja sama dengan Perum Bulog.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro Helmy Elisabeth mengatakan, GPM digelar dalam upaya membantu masyarakat mendapatkan sejumlah komoditas pangan dengan harga terjangkau. GPM juga diharapkan dapat membantu menekan harga komoditas di pasaran, serta mengendalikan laju inflasi. “Total ada 15 kali anggaran kami untuk GPM,” kata dia, dalam keterangannya yang diterima Selasa (27/2/2024).

Baca Juga

Menurut Helmy, sejauh ini baru dua kali GPM digelar, yaitu di halaman Kantor Bakorwil dan di Lapangan Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari. Selain mendekati bulan Ramadhan, kata dia, GPM juga akan digelar menjelang momen Idul Fitri nanti.

“Masih tersisa 13 kegiatan lagi dari Gerakan Pangan Murah, yang menyediakan bahan pangan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar dia.

 

Dalam GPM, Helmy menjelaskan, beras kemasan lima kilogram dijual Rp 51 ribu, gula pasir Rp 16 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp 28 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 13 ribu per liter.

Salah seorang warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro, Dewi Umi, merasa terbantu dengan adanya GPM ini. “Ini sangat membantu masyarakat di tengah harga beras yang semakin naik,” ujar dia.

Warga lainnya, Wiwik, juga mengapresiasi kegiatan GPM karena bisa mendapatkan sejumlah komoditas dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

“Jika biasanya beli beras Rp 15 ribu per kilogram, di pasar murah ini cukup Rp 10.200 per kilogram. Saya berharap ke depan diadakan lagi pasar beras murah ini karena sangat membantu,” ujar Wiwik.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement