Kamis 14 Mar 2024 22:47 WIB

Telur Ayam Tembus Rp 29 Ribu, Disdag Solo Sebut Pengaruh Harga Pakan

Soal harga, Disdag Kota Solo berkoordinasi dengan toko pakan ternak.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Telur ayam.
Foto: Republika/Thoudy Badai
(ILUSTRASI) Telur ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Harga telur ayam di Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah, mengalami kenaikan, dari Rp 26 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 29 ribu. Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo Heru Sunardi, naiknya harga telur itu dipengaruhi kenaikan harga pakan ternak.

“Oleh karena itu, jika nanti harga jagung dan konsentrat turun, biasanya akan mengikuti turun,” kata Heru, saat ditemui di Balai Kota Solo, Kamis (14/3/2024).

Baca Juga

Heru mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan toko pakan ternak. Berdasarkan informasi yang didapatnya, kata dia, harga pakan akan turun, sehingga diharapkan berdampak juga terhadap harga telur ayam. “Mestinya langsung ada korelasinya. Kalaupun belum turun, mungkin masih ada stok pakan,” kata dia.

Selain telur ayam, harga beras di pasaran pun diharapkan terus turun. Saat ini, dilaporkan harga beras kualitas medium berkisar Rp 14.400-15 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya, yang berkisar Rp 16 ribu.

Menurut Heru, Bulog mulai menyerap beras hasil panen petani. “Namun demikian, panen raya yang kemarin dibeli sebagian oleh Bulog di Sragen dan Purwodadi belum signifikan dengan animo masyarakat. Kalau panen raya secara serempak kan masih di awal April,” kata dia.

Heru mengatakan, Disdag Kota Solo bersama pihak-pihak terkait berupaya untuk menekan harga beras di pasaran melalui kegiatan pasar murah. Pasar murah ini dilaksanakan di tingkat kelurahan.

“Pasar murah digelontor terus selama masyarakat dipandang masih membutuhkan itu, supaya tidak terjadi panic buying, tidak terjadi antrean yang mengular,” ujar Heru.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement