Selasa 23 Apr 2024 22:15 WIB

205 Kasus DBD di Banyuwangi, Empat Orang Meninggal

Kasus DBD di Banyuwangi paling banyak dilaporkan di empat kecamatan.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Tenaga kesehatan mengecek kondisi kesehatan pasien demam berdarah dengue (DBD).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
(ILUSTRASI) Tenaga kesehatan mengecek kondisi kesehatan pasien demam berdarah dengue (DBD).

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendata 205 kasus  demam berdarah dengue (DBD) sejak awal 2024 hingga 22 April. Dari jumlah kasus tersebut, empat orang meninggal dunia. 

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat, jumlah pasien DBD mengalami kenaikan signifikan pada April ini. “Penambahan kasus DBD per 22 April saja 71 pasien. Selama Januari-Maret 2024 sendiri pasien DBD Banyuwangi ada 134 pasien,” kata dia, Selasa (23/4/2024).

Baca Juga

Amir mengatakan, saat ini ada empat kecamatan yang menjadi titik sebaran terbanyak kasus DBD, yaitu Kecamatan Muncar, Srono, Bangorejo, dan Rogojampi. Menurut dia, kenaikan kasus DBD di Kabupaten Banyuwangi bisa dipengaruhi faktor cuaca, di mana kondisi hujan menyebabkan timbulnya genangan air, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Menurut Amir, Dinkes Kabupaten Banyuwangi mencatat total kasus infeksi virus dengue ada 1.025 kasus. Selain DBD, infeksi virus dengue menjadi penyebab demam dengue (DD) dan dengue shock syndrome (DSS).

“Ketiga penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh infeksi virus dengue, namun tingkat keparahannya berbeda. DD biasanya lebih ringan dibandingkan DBD. Selain itu, DD tidak sampai menyebabkan kematian,” kata Amir.

Amir mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri atau keluarga yang mengalami gejala mengarah pada DBD, seperti demam tinggi selama tiga hari, nyeri badan, tubuh lemas, nafsu makan menurun, serta mengalami pendarahan spontan (mimisan, gusi berdarah).

“Jika demam tidak membaik selama tiga hari, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan trombosit dan hematokrit,” ujar Amir.

Amir pun mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Warga juga perlu menutup tempat genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk,” ujar dia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement