Rabu 08 May 2024 18:42 WIB

Kelompok Tani Sawah Tadah Hujan di Kudus Dapat Bantuan Pompa

Ada 47 unit pompa air yang disalurkan kepada kelompok tani di Kudus.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Mesin pompa air dipasang untuk membantu pengairan sawah.
Foto: Edi Yusuf/Republika
(ILUSTRASI) Mesin pompa air dipasang untuk membantu pengairan sawah.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Para petani yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani (poktan) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan mesin pompa air. Ada 47 unit mesin pompa yang disalurkan kepada poktan, dalam upaya mendukung pengairan area pertanian, utamanya saat musim kemarau.

“Petani yang mendapatkan bantuan merupakan petani penggarap lahan sawah tadah hujan. Sehingga, adanya bantuan mesin pompa ini, dampak fenomena El Nino yang bisa mengakibatkan penurunan produksi dan produktivitas tanaman pangan, khususnya tanaman padi, bisa diminimalkan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo, setelah acara simbolis penyerahan bantuan mesin pompa di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan bantuan alat ke Kementerian Pertanian guna meningkatkan produksi padi melalui gerakan pompanisasi lahan tadah hujan. Dari pengajuan tersebut, Kabupaten Kudus mendapatkan bantuan 47 unit mesin pompa air. Dengan perincian ukuran tiga inci sebanyak tiga unit, empat inci sebanyak 24 unit, serta ukuran enam inci dan delapan inci masing-masing sebanyak 10 unit.

Pompa ukuran tiga-empat inci ditujukan untuk membantu pengairan lahan pertanian hingga luas 10 hektare. Sedangkan pompa ukuran enam-delapan inci untuk lahan seluas 20 hektare.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie berharap bantuan mesin pompa ini bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian, apalagi saat ini sudah mau memasuki musim tanam ketiga. “Artinya, saat ini juga mau memasuki musim kemarau, sehingga untuk mengairi area sawah tadah hujan tentunya dibutuhkan mesin pompa,” kata dia.

Hasan meminta Dinas Pertanian dan Pangan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan pemetaan sumber air yang bisa dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah. “Setidaknya saat musim kemarau para petani sudah mendapatkan sumber air yang bisa dipompa untuk mengairi area sawahnya,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement