REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kawasan Malioboro Yogyakarta kembali dipadati oleh wisatawan pada hari kedua Lebaran, Selasa (1/4/2025), siang. Berdasarkan pantauan di lokasi, tak hanya kendaraan berpelat DIY yang memadati kawasan Sumbu Filosofi tersebut, tetapi banyak juga yang dari luar DIY.
Bahkan terlihat antrean kendaraan wisatawan itu mengular dari taman parkir Abu Bakar Ali hingga memasuki Jalan Malioboro. Kebanyakan, para pelancong itu menghabiskan waktunya dengan menikmati suasana di pedestrian Malioboro atau berbelanja di berbagai gerai yang ada di kawasan itu, salah satunya pemudik asal Bogor, Saputra.
Dia mengaku sengaja mengitari Malioboro untuk menikmati suasana bersama keluarganya.
“Saya datang bersama keluarga, sudah hampir satu jam jalan-jalan di Malioboro. Jogja selalu ngangenin makanya di liburan kali ini, saya kembali lagi untuk menikmati suasana disini,“ kata Saputra saat dijumpai di Pedestrian Malioboro, Selasa (1/4/2025).
Begitupula yang disampaikan oleh wisatawan asal Bandung, Cipa. Dia mengungkap bahwa Yogyakarta menjadi pilihan utama untuk liburan Lebaran 2025 karena biayanya cukup terjangkau.
Selain itu juga karena banyak destinasi wisata yang menarik termasuk di Malioboro ini.
“Ini (Malioboro) juga jadi destinasi favorit karena menawarkan pengalaman berbelanja, kuliner, serta suasana khas yang tidak ditemukan di tempat lain,” ungkapnya.
Sementara wisatawan lain, Dian mengungkapkan cukup senang bisa berkunjung ke Malioboro meskipun sempat alami kepadatan di berbagai titik ruas jalan. Ini kali pertama baginya menikmati suasana di kawasan tersebut.
Dia bahkan sempat berswafoto dan mencicipi berbagai kuliner yang ada di sekitaran Malioboro.
“Tadi foto-foto di plang tulisan Malioboro terus kuliner juga cobain makanan yang ada disini,” ucap dia.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo terus memastikan kenyamanan untuk menyambut kedatangan wisatawan di momen Lebaran ini. Salah satunya dengan memasang plang harga menu makanan di Warung Makan Kawasan Malioboro antara Jalan Perwakilan dan Jalan Dagen untuk memastikan keterbukaan harga bagi wisatawan.
Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya pedagang yang memainkan harga, tidak sesuai dengan yang tertera di menu.
“Kami menyiapkan transparansi harga untuk warung-warung di Kawasan Malioboro, melalui plang nama warung, nomor warung dan daftar menu beserta harganya. Sehingga tidak ada lagi pedagang yang nuthuk (memainkan harga) ke pembeli ataupun wisatawan,” katanya.