
Oleh : Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)
REPUBLIKA.CO.ID, Dua kegiatan pada pekan ini cukup banyak menyita waktu dosen, yaitu mempersiapkan laporan akhir pelaksanaan hibah tahun 2025 serta menyusun proposal hibah untuk pendanaan tahun 2026. Tidak dapat dimungkiri bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan hibah merupakan salah satu portofolio penting bagi dosen, sekaligus menjadi variabel dalam perhitungan skor Science and Technology Index (SINTA). Skor SINTA saat ini digunakan sebagai salah satu parameter oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mengukur kinerja perguruan tinggi maupun dosen. Oleh karena itu, aktivitas yang berkaitan dengan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi agenda strategis yang harus memperoleh perhatian serius dari perguruan tinggi.
Dalam rangka mendukung peningkatan kinerja tersebut, Universitas Amikom Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah merencanakan berbagai program untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2026. Program-program tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan jumlah proposal yang diajukan, tetapi juga pada peningkatan mutu pelaksanaan dan luaran kegiatan agar selaras dengan indikator kinerja nasional. Selain sebagai indikator kinerja individu dosen, skor SINTA juga digunakan dalam proses klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Amikom Yogyakarta, yang pada tahun 2025 berada pada klaster Utama, terus berupaya meningkatkan kinerja institusional agar dapat mencapai peringkat klasterisasi yang lebih baik.
Pada skema pendanaan hibah yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun 2026, terdapat beberapa perubahan kebijakan yang memberikan peluang lebih besar bagi dosen pemula. Jika pada tahun-tahun sebelumnya perguruan tinggi yang berada pada klaster Utama tidak dapat mengajukan hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP), maka pada tahun 2026 pengajuan skema tersebut kembali dibuka dengan persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut meliputi jabatan fungsional maksimal Lektor dengan skor SINTA overall maksimal 299 untuk bidang Sains dan Teknologi serta 99 untuk bidang Sosial Humaniora dan Seni.
Perubahan kebijakan ini diharapkan dapat mendorong dosen pemula untuk lebih aktif melakukan penelitian secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan pendanaan yang lebih inklusif, dosen diharapkan mampu menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas dan berdampak, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, luaran terapan, maupun kontribusi nyata kepada masyarakat. Pada akhirnya, capaian tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Universitas Amikom Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Meskipun demikian, menyusun proposal penelitian yang berkualitas bukanlah pekerjaan yang mudah, khususnya bagi dosen pemula. Tuntutan untuk menghasilkan luaran yang berdampak, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini, tentu akan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pendampingan yang berkelanjutan, pelatihan penulisan proposal, serta penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Dengan dukungan ekosistem penelitian yang kondusif, diharapkan dosen pemula tidak hanya mampu memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga dapat tumbuh menjadi peneliti yang produktif dan berdaya saing.
Sejalan dengan hal tersebut, keberadaan role model dari pimpinan, khususnya pimpinan akademik, menjadi faktor penting yang tidak dapat dihindari. Keteladanan pimpinan dalam aktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta perolehan hibah diharapkan mampu memberikan motivasi, arahan, dan contoh nyata bagi dosen pemula. Keteladanan pimpinan dan dosen senior dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan keilmuan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi dosen pemula untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi secara berkelanjutan demi kemajuan institusi. Ayat ke-24 dari surat As-Sajdah berikut semoga dapat menjadi pegangan kita semua, “Kami menjadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar. Mereka selalu meyakini ayat-ayat Kami.” Wallāhu a‘lam.