Jumat 26 Jun 2026 22:52 WIB

UAD Terjunkan 18 Mahasiswa dalam Program KKN Tematik di Salam

Program ini dapat menjadi bentuk percepatan pelaksanaan KKN.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Salam di Pendopo Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026).
Foto: dokpri
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Salam di Pendopo Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi menerjunkan 18 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Salam di Pendopo Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Program ini mengusung tema 'Pemberdayaan Desa Binaan Melalui Inovasi Pengelolaan Sampah dan Sosiopreneurship Menuju Rintisan Desa Wisata Berbasis Lingkungan.'

Kegiatan penerjunan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan KKN Tematik yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di UAD. Sebanyak 18 mahasiswa dibagi ke dalam dua unit KKN dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ir Utaminingsih Linarti.

Program KKN Tematik ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen UAD dengan Ir Okka Adiyanto sebagai ketua, bersama anggota Ir Utaminingsih Linarti dan Ir Farid Ma'ruf. Program tersebut berhasil memperoleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).

Acara penerjunan dihadiri oleh Kepala Desa Salam, Zuhanif, beserta jajaran Pemerintah Desa Salam, serta perwakilan dari Kecamatan Salam, Harjono. Kehadiran unsur pemerintah desa dan kecamatan menunjukkan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Ir Okka Adiyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik tahun ini memiliki nilai istimewa karena dilaksanakan secara bersamaan dengan program pengabdian dosen yang sama-sama didanai oleh Kemdiktisaintek RI.

"KKN Tematik ini menjadi sangat istimewa karena berjalan beriringan dengan program pengabdian dosen yang juga memperoleh pendanaan dari Kemdiktisaintek. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya melaksanakan KKN, tetapi juga terlibat langsung dalam implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berbasis riset dan pengabdian," ungkap Okka.

Lebih lanjut, Okka menjelaskan pelaksanaan KKN Tematik memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa. Program ini dapat menjadi bentuk percepatan pelaksanaan KKN sehingga mahasiswa tidak harus menunggu semester ketujuh sebagaimana pelaksanaan KKN reguler.

"Kegiatan ini dapat menjadi tabungan KKN bagi mahasiswa. Artinya, mahasiswa dapat menyelesaikan kewajiban KKN lebih awal sehingga berpotensi mempercepat masa studi di program studi masing-masing," jelasnya.

Tidak hanya itu, Okka juga mengungkapkan bahwa KKN Tematik ini telah dirancang untuk merekognisi beberapa mata kuliah di berbagai program studi. Skema tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengakuan akademik dari aktivitas yang dilakukan selama KKN.

"Dengan adanya rekognisi mata kuliah, mahasiswa dapat memperoleh capaian pembelajaran sekaligus memenuhi beberapa beban akademik. Harapannya, hal ini dapat mempercepat kelulusan tepat waktu (KTW) mahasiswa UAD," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Okka memberikan motivasi kepada seluruh peserta KKN agar menjalankan program dengan penuh dedikasi. Meskipun durasi pelaksanaan KKN Tematik relatif lebih panjang dibandingkan KKN reguler, ia optimistis pengalaman yang diperoleh akan jauh lebih bermakna.

"Walaupun pelaksanaan KKN Tematik ini lebih lama dibandingkan KKN reguler, saya berharap seluruh mahasiswa tetap semangat. Dengan mengusung jargon 'Salam Berkarya, Salam Berdaya', mari jadikan KKN ini sebagai wadah untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, memperkaya pengalaman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Salam," katanya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Tematik Desa Salam diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah, pengembangan sosiopreneurship, serta menjadi fondasi menuju rintisan desa wisata berbasis lingkungan yang mandiri, berkelanjutan, dan memiliki daya saing. Program ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement