Rabu 02 Sep 2026 19:37 WIB

BGN Suspend Berat SPPG Talangangin Penyebab 512 Santri Keracunan MBG

Sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik.

Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan atau suspend berat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah, Jawa Timur, yang menyebabkan kejadian fatal keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 512 siswa di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo.

"Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Ketut menegaskan, Kepala BGN Sudaryono juga telah berkomunikasi secara intensif dengan kepala daerah dan pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan mengutamakan kesembuhan siswa. "Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan," katanya.

Berdasarkan data investigasi terakhir BGN, total penerima manfaat yang terdampak keracunan MBG di SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah sebanyak 512 orang, dengan jumlah penerima yang masih dirawat sekitar 80 orang, serta yang sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh 312 orang. "Namun demikian, kita masih observasi sebanyak 120 orang. Saat ini, kita fokus menyelamatkan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit, ini yang kami utamakan," tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak memprioritaskan penanganan korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Selasa. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari, menyatakan saat ini seluruh pasien tertangani dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.

Emil menjelaskan hingga Rabu pukul 00.30 WIB sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis, sementara rumah sakit tetap bersiaga penuh dalam menangani kejadian tersebut.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi