REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto mengungkapkan, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang telah menimbulkan asap pekat. Dia mengatakan, jika tertiup angin, asap tersebut berpotensi terbawa hingga berkilo-kilometer dan menimbulkan risiko penyakit pernapasan bagi warga, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Endro menerangkan, saat ini titik-titik api di TPA Jatibarang sudah mengecil dan terkendali. “Ini tinggal asap. Asap ini relatif pekat ya, terutama di zona yang aktif, yaitu Zona 1, 2, dan Teletubbies,” ujarnya saat diwawancara, Kamis (1/10/2026).
Dia menambahkan, kemunculan asap pekat akibat kebakaran di TPA Jatibarang memang harus menjadi perhatian tersendiri. “Ini yang perlu diwaspadai apabila asap itu terbawa angin ya, itu bisa sampai radius berkilo-kilometer. Dampak kesehatan warga yang juga harus kita antisipasi, terkait dengan gangguan pernapasan, ISPA, dan sebagainya,” ucapnya.
Menurut Endro, Wali Kota Semarang sudah menginstruksikan langkah untuk pengantisipasian masalah asap kebakaran TPA Jatibarang. “Ini ada instruksi juga dari Wali Kota, Dinas Kesehatan harus menyiagakan unit-unit kesehatan maupun puskesmas jika ada pelaporan masyarakat jika terkena gangguan pernapasan atau ispa akibat kebakaran ini,” kata dia.
Endro mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA Jatibarang untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada rencana soal pengevakuasian warga.
Dia menjelaskan, kebakaran di TPA Jatibarang mulai terjadi pada Rabu (30/9/2026) petang. Titik api terdeteksi di zona aktif pembuangan atau penguburan sampah, yakni Zona 1 dan 2. Luas lahan yang terbakar awalnya sekitar lima hektare.
Namun pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, yakni antara pukul 22.00-02.00 WIB, rembetan api meluas dan membesar. “Kurang lebih area yang terdampak 10 hektare,” ungkap Endro.
Dia menjelaskan, meski api mulai mengecil dan terkendali pada Kamis pagi, personel pemadam kebakaran masih terus melakukan pemadaman. Endro menyebut, bagian terpenting dalam proses pemadaman adalah memastikan bara api di bawah permukaan gunungan sampah turut lenyap.
“Intinya, pemadaman bukan hanya di permukaan, yang rawan itu justru di lapisan bawah. Karena tidak nampak dari permukaan,” kata Endro.
Dia menjelaskan, untuk memastikan bara api di bawah permukaan gunungan sampah turut padam, personel pemadam kebakaran menancapkan pipa di titik-titik api. Semburan air kemudian dialirkan ke pipa-pipa tersebut. Endro mengungkapkan, menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, kedalaman dari tumpukan sampah di TPA Jatibarang bisa mencapai antara 15-20 meter.
View this post on Instagram