Ahad 07 Mar 2021 08:43 WIB

Pembangunan di Indonesia Dinilai Perlu Konsep Ulang

konsep-konsep seperti Green Building perlu dikaji dalam rangka penerapan di Indonesia

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Rektor UMY - Gunawan Budiyanto
Foto: Republika/ Wihdan
Rektor UMY - Gunawan Budiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gunawan Budiyanto mengatakan, Indonesia merupakan negara yang cukup kompleks masalahnya. Termasuk, sisi infrastruktur dengan banyaknya pembangunan yang justru jadi penyebab bencana alam.

Ia menekankan, permasalahan itu menjadi pekerjaan rumah bagi insinyur-insinyur baru. Karenanya, Gunawan menekankan, sumpah profesi yang biasanya dilakukan insinyur-insinyur baru bukan merupakan akhir dari tugas, tapi justru menjadi awal bagi mereka berkarya.

"Masalah dunia saat ini memperlihatkan kebencanaan dan lingkungan, harus dilakukan rekonsep ulang apapun bentuknya, apakah itu insinyur teknik sipil, teknik elektro, teknik mesin maupun insinyur pertanian menuju Green Science," kata Gunawan, Sabtu (6/3).

Hal itu disampaikan Gunawan ketika memberikan sambutan dalam acara Sumpah Profesi Insinyur yang berlangsung di UMY. Ini menjadi Sumpah Profesi Insinyur ketiga kalinya yang dilaksanakan UMY setelah dilakukan pada Agustus 2019 dan Januari 2020 lalu.

 

Gunawan menerangkan, banjir dan longsor merupakan bencana alam menjadi salah dua yang diakibatkan perluasan lahan sawit dan masuk ranah pertanian. Maka, insinyur pertanian perlu menyadari itu, jangan hanya beranggapan kalau di dunia pertanian aman-aman saja.

Lalu, sektor pembangunan transmisi jalan tol yang akhirnya membawa dampak buruk pula seperti banjir, terputusnya akses kebahagiaan orang, dan lain-lain. Karenanya, konsep-konsep seperti Green Building perlu dikaji dalam rangka penerapan di Indonesia.

"Konsep Green Building untuk menunjang Sustainable Development menjadi tujuan kita bersama," ujar Gunawan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement