Kamis 03 Jun 2021 19:38 WIB

UMS Akselerasi Target World Class University

World Class University ditetapkan pada 2029.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menargetkan masuk perguruan tinggi kelas dunia (World Class University) pada 2029. Namun, melihat capaian prestasi UMS, target tersebut diproyeksikan tercapai lebih cepat.

Rektor UMS, Sofyan Anif, mengatakan, sesuai visi UMS yang tertulis dalam dokumen rencana pengembangan jangka panjang, capaian untuk menjadi World Class University ditetapkan pada 2029.

Baca Juga

"Tapi setelah saya melihat perkembangan prestasi yang dicapai selama ini luar biasa, sehingga kalau saya ukur berdasarkan hitungan matematik dan beberapa persyaratan yang disyaratkan itu insya Allah bisa leading 2025," kata Sofyan Anif kepada wartawan di gedung Edutorium UMS, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/6).

Rektor telah menetapkan sejumlah strategi sebagai kelanjutan strategi pada periode pertama dia menjabat. Beberapa strategi tersebut antara lain, pengembangan lembaga dan sistem tata kelola secara profesional dan modern berorientasi pada good governance, berbasis IT dan terintegrasi.

 

"Kami sudah memiliki lebih dari 30 sistem berbasis IT, tetapi masih ada beberapa yang belum terintegrasi," imbuhnya

Strategi kedua, perlunya pengembangan SDM dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang lebih proporsional, komprehensif dan berkelanjutan, yang terintegrasi dengan sistem kepegawaian. Dia menilai perlu adanya sistem rekrutmen dosen dan tendik berbasis kader dan kompetensi, untuk memenuhi nisbah rasio dosen, mahasiswa dan pengembangan UMS sebagai salah satu aset persyarikatan.

Strategi selanjutnya, penguatan Lembaga Kerjasama Luar Negeri, dengan melakukan peningkatan dan pengembangan program internasional, baik program untuk mahasiswa maupun dosen. Termasuk di dalamnya mencakup program mahasiswa asing (foreign student) dan dosen asing (visiting proffesor).

Strategi lainnya, reaktualisasi pengembangan Ipteks berbasis nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan melakukan pengembangan sistem kurikulum berkemajuan dengan melakukan internalisasi nilai-nilai AIK, dan berotrientasi pada kebijakan kampus merdeka.

 

Dia menambahkan, strategi kelima yakni, penguatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) secara masif dan visioner. Dia menilai perlu ada capasity building lembaga dan staf, roadmap penelitian dan pengabdian sebagai syarat penting untuk menuju pengembangan perguruan tinggi berbasis riset.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement