Senin 06 Sep 2021 16:35 WIB

Taman Balekambang Solo Dibatasi Maksimal 2.500 Pengunjung

Taman Balekambang dan Taman Satwa Taru Jurug sudah boleh menerima pengunjung.

Pengunjung berjalan di kawasan Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/9/2021). Pemerintah Kota Solo mulai menguji coba pembukaan sejumlah objek wisata lingkungan terbuka dengan pedoman surat edaran Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tentang PPKM Level 3 guna mencegah penyebaran COVID-19.
Foto: ANTARA/Maulana Surya
Pengunjung berjalan di kawasan Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/9/2021). Pemerintah Kota Solo mulai menguji coba pembukaan sejumlah objek wisata lingkungan terbuka dengan pedoman surat edaran Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tentang PPKM Level 3 guna mencegah penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Objek wisata Taman Balekambang di Solo, Jawa Tengah, sudah dibuka mulai 1 September kemarin. Jumlah pengunjung dibatasi maksimal 2.500 orang.

Pembukaan lokasi wisata tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota 067/2685 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Kepala UPT Kawasan Wisata Kota Solo, Sumeh, mengatakan, dalam SE tersebut, Taman Balekambang dan Taman Satwa Taru Jurug sudah boleh menerima pengunjung. Manajemen telah melakukan sejumlah persiapan menerima kembali pengunjung setelah wisata tersebut ditutup sejak penerapan PPKM.

"Kepada pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan sebelum masuk dan di area wisata wajib memakai masker, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, menjaga jarak, dan tidak berkerumun," kata Sumeh saat jumpa pers di kawasan Taman Balekambang, Senin (6/9).

 

Sumeh menambahkan, sesuai SE Wali Kota, jumlah kunjungan di Taman Balekambang maksimal 25 persen dari kapasitas normal. Dia menyebut, Taman Balekambang memiliki kapasitas maksimal 10-15 ribu orang. Artinya, jumlah pengunjung maksimal sekitar 2.500-3.000 orang. Selain itu, anak berusia di bawah 5 tahun, lansia ean ibu hamil dilarang masuk Taman Balekambang.

"Aturan baru, setiap pengunjung wajib sudah divaksin dan menunjukkan seritifikat vaksin kepada petugas dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi. Barcode-nya kami belum dapat karena baru mengirim ke Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

Sumeh menyatakan, saat dibuka kembali pada 1 September kemarin jumlah pengunjung tidak terlalu banyak. Hari pertama dibuka hanya ada 35 pengunjung, hari kedua 40-an pengunjung, kemudian pada Sabtu (4/9) ada 136 pengunjung, dan Ahad (5/9) sebanyak 602 pengunjung.

"Sementara ini kalau pengunjung kami baru sedikit karena kondisinya masih seperti ini. Di samping itu petugas keamanan selalu berkeliling memantau pengunjung agar tidak berkerumun," jelasnya.

Selain menerima pengunjung, Taman Balekambang juga sudah kembali menggelar pertunjukan seni dan budaya. Namun, pertunjukan tersebut digelar tanpa penonton alias secara live streaming melalui kanal Youtube Balkam TV atau Pariwisata Solo. Hal itu mengacu pada SE Wali Kota yang melarang pertunjukan seni dengan penonton.

Pertunjukan seni dan budaya tersebut sudah dimulai Sabtu malam kemarin berupa ketoprak. Selanjutnya, pada 10 September akan digelar Sendra Tari Ramayana.

"Event-event yang ada tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, meskipun live streaming. Tiket masuk Taman Balekambang gratis. Kalau ketoprak dan sendra tari karena live streaming jadi tidak ada tiket," pungkasnya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement