Jumat 17 Sep 2021 15:26 WIB

Pemkab Purbalingga Uji Coba Pembukaan Beberapa Obyek Wisata

Status PPKM Purbalingga memang masih level-3.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih
Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah
Foto: owabong
Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai melakukan ujicoba pembukaan obyek wisata di wilayahnya. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan simulasi pembukaan tiga destinasi wisata besar di Purbalingga, Jumat (17/9).

Simulasi atau ujicoba  pembukaan obyek wisata ini, dilakukan di tiga obyek wisata milik Pemkab antara lain obyek wisata  Owabong Waterpark, Lembah Asri Serang, dan Goa Lawa Purbalingga (Golaga).

Baca Juga

''Saat ini, status PPKM Purbalingga memang masih level-3. Sesuai SE  Sekda Provinsi Jawa Tengah No 001.3/2183, wilayah kabupaten yang status PPKM level 3, dapat melakukan simulasi pembukaan destinasi wisata dengan kapasitas pengunjung  maksimal 25 persen,'' kata Bupati  Dyah Hayuning Pratiwi, saat memantau pelaksanaan simulasi di tiga obyek wisata tersebut.

Menurutnya, simulasi atau ujicoba dimaksudkan sebagai persiapan pengelola destinasi wisata sesuai pedoman protokol kesehatan  terbaru oleh Kemenkes RI. Antara lain, dengan memanfaatkan aplikasi peduli lindungi dimana pengunjung yang boleh berkunjung ke obyek wisata adalah pengunjung yang telah mendapatkan vaksin minimal dosis pertama.

Dari hasil pemantauan tersebut, Bupati menilai seluruh obyek wisata tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. ''Alhamdulillah semuanya bisa dilaksanakan. Kami juga akan selalu menekankan kepada pengelola wisata agar mempedomani aturan-aturan yang ada karena kita masih pada status PPKM,'' katanya.

Bupati menjelaskan, pengoperasian sektor wisata ini sangat penting bagi Purbalingga, karena banyak warga yang sebelumnya menggantungkan kebutuhan hidup keluarga pada sektor wisata. Bila sektor wisata bisa kembali bergerak, maka perekonomian warga juga akan kembali bergerak.

Namun dia menyatakan, upaya menghidupkan kembali sektor wisata, jangan sampai diikuti kembali dengan lonjakan kasus Covid 19. ''Kalau hal ini terjadi, maka akan sia-sia semua upaya yang sudah dilakukan. Kalau kasus Covid 19 melonjak lagi, maka obyek wisata yang tadinya sudah dibuka, tentu akan ditutup kembali,'' katanya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Kustinah, menyebutkan semua sektor usaha yang bergerak di bidang pariwisata untuk dapat memenuhi sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.  

 
''Alhamdulillah, sejumlah obyek wisata di Purbalingga sudah memperoleh sertifikat CHSE. Termasuk tiga obyek wisata yang  sedang dilakukan simulasi atau ujicoba,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement