Jumat 14 Jan 2022 08:37 WIB

UMKM Berbasis e-Commerce Kota Malang Meningkat 123 Persen

Kota Malang memang sebaiknya membangkitkan marketplace domestik.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Pekerja mengemas sayur organik untuk dipasarkan melalui pasar digital.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Pekerja mengemas sayur organik untuk dipasarkan melalui pasar digital.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis e-commerce di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami peningkatan hingga 123 persen pada masa awal pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menjadi pengisi dalam kegiatan Forum Ekonomi Malang Raya 2022 di Hotel Atria Malang.

Berbeda dengan UMKM, sektor lainnya di Kota Malang justru mengalami penurunan pada masa awal pandemi Covid-19. "Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi kita dapat bangkit dengan cepat melalui transaksi di marketplace," kata pria berkacamata ini.

Maka itu, Sutiaji menilai, Kota Malang memang sebaiknya membangkitkan marketplace domestik. Hal ini bertujuan agar bisa menunjang transaksi ekonomi masyarakat. Masyarakat setempat pun dapat berbelanja secara daring dengan ongkos kirim (ongkir) murah dan membeli produk-produk lokal.

Pada intinya, kehadiran UMKM Kota Malang menjadi potensi besar bagi pemulihan ekonomi. Sebab itu, menjadi penting untuk bisa mendorong serta memfasilitasi mereka. Hal ini terutama dalam proses pemasaran melalui format e-commerce.

Menurut Sutiaji, kunci keberhasilan pemasaran UMKM ada pada inovasi dan kolaborasi antarseluruh elemen pembangunan. "Bukan saja di wilayah Kota Malang namun juga untuk wilayah Malang Raya secara keseluruhan," katanya.

Ia berharap agar kerja sama dan kolaborasi hexahelix yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masa yang akan datang. Salah satunya dengan melaksanakan penguatan dan pemulihan ekonomi di Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Malang, Azka Subhan mengataka, Kota Malang memiliki modal sumber daya manusia, infrastruktur, dan komunitas yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Sebab itu, sikap optimistis untuk memulihkan ekonomi Malang Raya khususnya di Kota Malang patut ditumbuhkan.

Hal ini penting dilakukan agar mampu menjadi pijakan dalam transformasi ekonomi. Menyikapi perkembangan inflasi, BI Malang optimistis realisasi inflasi Malang Raya akan terkendali. Setidaknya di dalam sasaran 3,0+1 persen sesuai target inflasi 2022.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement