Rabu 19 Oct 2022 15:55 WIB

Khusus Pengguna Umum, Tahun Depan BST Berbayar

Okupansi BST naik setelah Covid-19 melandai.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
Khusus Pengguna Umum, Tahun Depan BST Berbayar (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Maulana Surya
Khusus Pengguna Umum, Tahun Depan BST Berbayar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -– Batik Solo Trans (BST) per 31 Oktober 2022 akan berbayar sebab subsidinya dicabut untuk pengguna umum. Namun, untuk lansia, pelajar dan difabel akan dibebaskan bea alias masih gratis.

Menanggapi hal tersebut, Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) mengatakan memang dari pemerintah pusat itu kebijakannya bahwa untuk pengguna umum akan dikenai tarif sekitar Rp 3.700. Sedangkan pelajar, lansia, dan difabel masih akan gratis. Namun, menurut rapat koordinasinya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) sampai akhir tahun penggunaan BST masih akan gratis untuk semua kalangan.

Baca Juga

"Ini masih dicari mekanismenya bagaimana sampai akhir tahun, tapi mas Wali (Gibran Rakabuming Raka) ingin ini gratis sampai akhir tahun," kata Kadishub Kota Solo, Taufiq Muhammad, Rabu (19/10/2022).

Taufiq menjelaskan bahwa okupansi BST naik setelah Covid-19 melandai. Sekarang setidaknya ada 30 ribu penumpang setiap bulannya. Namun, hampir setengahnya adalah pelajar. Sedangkan untuk menggratiskan BST sampai akhir tahun, Pemkot perlu mengeluarkan dana sebanyak 3.5 M agar semua warga tetap bisa menikmati akses gratis.

 

"Rata-rata itu kan kurang naik turunnya 30.000 penumpang, setengahnya itu hampir pelajar. Jadi dari hitung-hitungan tadi itu sekitar 3.5 M (untuk menggratiskan sampai akhir tahun)," kata Taufiq.

Sementara itu, Pemkot Solo mengatakan anggaran yang akan digunakan diambil dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) atau Dana Tak Terduga (DTT) Kota Solo. Alasannya adalah terkait erat dengan transportasi.

“Anggaran BST yang 2 bulan ini kita masukkan BTT kita pengin 2 bulan ini tetap gratis. Dananya cukup, cukup banget anggarannya dari BTT masuk penanganan inflasi transportasi,” kata Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Gibran menyebut kebijakan tersebut akan berlaku selama 2 bulan. Sedangkan untuk rencana di tahun 2023 pihaknya tetap ingin memberikan subsidi BST ke anak-anak sekolah, lansia dan penyandang disabilitas namun untuk penumpang umum akan berbayar.

“2023 kita akan mensubsidi untuk anak sekolahan difabel dan lansia tapi ditunggu dulu ya biar dihitung dulu untuk umum ya bayar tapi ditunggu dulu ini lagi dihitung dulu,” pungkas Gibran.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement