Jumat 27 Jan 2023 15:29 WIB

Cerita Mahasiswa Asing UMS Usai Kunjungan Budaya di Klaten

Selain belajar kebudayaan, mereka juga berinteraksi langsung dengan warga Klaten.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Kegiatan membuat kerajinan oleh mahasiswa program BIPA IPS UMS di Klaten, Jumat (27/1/2023).
Foto: Dokumen
Kegiatan membuat kerajinan oleh mahasiswa program BIPA IPS UMS di Klaten, Jumat (27/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Abduh Conteh dari Siera Lione dan Muhammad Abuzar dari Pakistan adalah dua dari enam mahasiswa yang mengikuti menyelesaikan kunjungan budaya di Bayat Klaten, Jawa Tengah. Mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), penerima beasiswa International Priority Scholarship (IPS) dari Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) itu lantas bercerita bagaimana bercerita pengalaman mereka.

Abduh mengaku sangat senang dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh BIPA. "Saya sangat senang, kegiatan yang mengedukasi. Untuk kita, mahasiswa internasional, kita belajar mengenai kebudayaan-kebudayaan lain. Kita juga bertukar budaya, seperti saya dari Sierra Lione, saya memberi tahu mereka tentang budaya Sierra Lione yaitu makanan dan tari tradisional. Kita juga belajar banyak budaya Indonesia khususnya budaya Jawa," jelas Abduh, Jumat (27/1/2023).

Selama enam hari mulai 16-21 Januari, para mahasiswa asing tersebut belajar mengenai, penerapan secara langsung bahasa Indonesia, makanan, tarian , pakaian, musik, hingga kerajinan tradisional. Mereka juga mendapatkan kosa kata baru untuk Bahasa Jawa, seperti, matur nuwun, piye kabare, ora popo.

Selain belajar kebudayaan, mereka juga berinteraksi secara langsung dengan warga Klaten, memasak bersama, makan bersama dan ngobrol, hingga berenang di sungai yang jernih. Saat  berada di SD Muhammadiyah PK Bayat, mereka mengenal musik tradisional Indonesia yaitu angklung.

Di depan para siswa, mahasiswa asing ikut memainkan angklung untuk mengiringi lagu Suwe Ora Jamu. Menurut cerita mahasiswa dari Pakistan, Abuzar ketika dia dan kawan kawannya mahasiswa internasional UMS memainkan angklung, anak-anak SD sangat bersemangat, dan menikmati, bahkan tertawa bersama.

"Ketika kita memainkan angklung di depan para anak-anak, mereka semua sangat bersemangat, mereka tertawa dan menikmatinya. Itu adalah pengalaman luar biasa bagi kami," ungkap Abuzar.

Abduh, mahasiswa asal Siera Lione yang mengambil S2 Akuntansi mengatakan jika ada kesempatan dia akan mengikuti kelas BIPA lagi. Karena kegiatan yang diselenggarakan oleh BIPA sangat mengagumkan. Dia juga berterima kasih kepada masyarakat Klaten yang telah menerimanya.

Senada dengan Abduh, Abuzar juga dengan yakin jika ada program kunjungan budaya lagi dari BIPA, dia akan ikut serta. "Kita pasti akan ikut lagi, karena kegiatan itu sangat menyenangkan dan menarik. Kita tidak hanya bersenang-senang, tetapi kita juga belajar banyak hal, karena di asrama atau kos, kita berbicara menggunakan bahasa Inggris, tetapi di sana kita menggunakan bahasa Indonesia dan Jawa," ungkap Abuzar.

Mengakhiri cerita dari kunjungan budaya, kedua mahasiswa internasional ini mengucapkan terima kasih kepada UMS dengan menggunakan kosa kata baru hasil dari belajar di Klaten. "Matur nuwun UMS, mantap, ora popo," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement