Ahad 05 Mar 2023 13:29 WIB

Bantu Masalembu, Forkopimda Jatim Kirim KRI Soeharso

Masyarakat di Kepulauan Masalembu terisolasi lebih dari sepekan akibat cuaca buruk.

Sejumlah personel TNI Angkatan Laut menutup paket bantuan di KRI Malahayati-362 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/3/2023). KRI Malahayati-362 mengangkut bantuan logistik berupa beras 15 ton, gula pasir 5 ton, elpiji ukuran 3 kilogram sebanyak 300 tabung dan bahan pangan lainnya untuk warga di Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep dikarenakan di pulau itu mengalami kelangkaan pasokan bahan pangan akibat gelombang laut tinggi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.
Sejumlah personel TNI Angkatan Laut menutup paket bantuan di KRI Malahayati-362 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/3/2023). KRI Malahayati-362 mengangkut bantuan logistik berupa beras 15 ton, gula pasir 5 ton, elpiji ukuran 3 kilogram sebanyak 300 tabung dan bahan pangan lainnya untuk warga di Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep dikarenakan di pulau itu mengalami kelangkaan pasokan bahan pangan akibat gelombang laut tinggi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur memberangkatkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso-990 untuk mengirim bantuan logistik kepada masyarakat di gugusan Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Ini melengkapi bantuan logistik yang sebelumnya telah dikirimkan menggunakan KRI Malahayati-362," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai memberangkatkan KRI dr Soeharso-990 di Dermaga Madura Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, Sabtu (4/3/2023) petang.

Masyarakat di Kepulauan Masalembu terisolasi selama lebih dari sepekan akibat cuaca buruk sehingga mengakibatkan krisis pangan. Angkutan orang dan barang tujuan Masalembu biasanya dilayani Kapal Perintis Sabuk Nusantara-92. Namun lebih dari sepekan Kapal Sabuk Nusantara-92 hanya bisa lego jangkar di perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disebabkan cuaca yang tidak menentu.

Menurut Khofifah, dengan ukuran yang lebih besar, KRI dr Soeharso mengangkut bantuan logistik pangan dan tabung gas elpiji.

"Yang paling dibutuhkan masyarakat di sana adalah beras dan juga elpiji. Jadi karena yang kemarin kan kapalnya tidak sebesar ini, elpiji dan beberapa sembako tidak bisa terangkut. Sekarang sudah terangkut semua oleh KRI dr Soeharso," ujarnya.

Bantuan yang diberangkatkan menggunakan KRI dr Soeharso meliputi 16 ton beras, 300 tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram, 41 kardus minyak goreng, 20 kardus gula, 21 kardus biskuit dan 10 kaleng roti kaleng.

Selain itu 10 kardus susu kental manis, 12 kardus sarden, 30 kardus ikan kaleng dan 5 kardus susu coklat bubuk. Bantuan tersebut adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jatim, Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya dan Koarmada II untuk masyarakat Masalembu.

Berangkat kemarin sore, KRI dr Soeharso diperkirakan tiba di Pulau Masalembu pada Ahad (5/3/2023) pagi tadi. 

Gubernur Khofifah memastikan bantuan logistik yang telah dikirimkan dengan kapal sebelumnya telah didistribusikan kepada masyarakat di Kepulauan Masalembu. "Begitu pula dengan bantuan yang hari ini dikirim akan segera didistribusikan begitu sampai di sana. Ada tim BPBD Jatim yang sudah di sana," katanya.

Mantan Menteri Sosial itu berharap bantuan yang dikirimkan kepada masyarakat di Kepulauan Masalembu akan sangat membantu dan bermanfaat. Panglima Koarmada II Laksda TNI Maman Firmansyah menandaskan akan selalu siap membantu pemerintah daerah dan masyarakat Jatim.

"Sebagai daerah dengan jumlah pelaut yang paling besar, kami berkomitmen akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jatim dalam menyelesaian permasalahan yang ada di masyarakat," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement