Jumat 24 Mar 2023 11:22 WIB

Masjid Diharapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Di pasar sore Masjid Jogokariyan, setidaknya ada 280 pedagang yang berpartisipasi.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Umat Muslim menunaikan shalat tarawih di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). Ada yang khas di Masjid Jogokariyan yakni shalat tarawih a la Madinah. Setiap shalat tarawih dengan bacaan 1 Juz.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Umat Muslim menunaikan shalat tarawih di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). Ada yang khas di Masjid Jogokariyan yakni shalat tarawih a la Madinah. Setiap shalat tarawih dengan bacaan 1 Juz.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengatakan, agar masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah. Namun, ia berharap agar masjid juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Sumadi saat membuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, Kamis (23/3/2023) sore kemarin. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan ini berisi berbagai kegiatan, salah satunya pasar sore yang digelar di sekitar kawasan Masjid Jogokariyan.

"Masjid Jogokariyan Sudah sekian lama berinisiasi untuk bagaimana masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga memberdayakan masyarakatnya, sekaligus menumbuhkan ekonomi yang bermanfaat untuk sekitarnya," kata Sumadi.

Di pasar sore tersebut, setidaknya ada 280 pedagang yang berpartisipasi. Sumadi pun berharap masjid lainnya juga dapat mencontoh Masjid Jogokariyan dalam memberdayakan masyarakat dan beruaya dalam meningkatkan perekonomian.

 

"Ada sekitar 280 pedagang yang ikut berpartisipasi dan mereka cukup laku, alhamdulillah. Harapan kami, apa yang sudah diinisiasi teman-teman (Jogokariyan) yang sudah lama ini bisa menular kepada takmir-takmir masjid lain," ujar Sumadi.

Sumadi pun mengapresiasi takmir Masjid Jogokariyan yang sudah rutin melaksanakan pasar sore maupun seluruh kegiatan yang dikemas dalam Kampoeng Ramadhan Jogokariyan tersebut. Di 2023 ini, kegiatan tersebut sudah ke-19 kalinya digelar oleh Masjid Jogokariyan.

"Saya atas nama Pemkot Yogya mengapresiasi dan terima kasih kepada segenap panitia masjid, dari pemuda-pemudanya yang sekian lama menginisiasi agar masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tapi memberdayakan warga dan ekonomi. Saya apresiasi Jogokariyan jadi ikon melegenda tidak hanya di Yogya, tapi di indonesia dan luar negeri," lanjutnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement