Senin 27 Mar 2023 14:50 WIB

Dua Remaja di Ungaran Lolos dari Aksi Kejahatan Jalanan

Pelaku membawa senjata tajam berjumlah lima orang.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Senjata tajam (Ilustrasi)
Foto: Rakhmawaty La'lang/Republika
Senjata tajam (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Di tengah upaya jajaran Polres Semarang, Jawa Tengah, melaksanakan berbagai kegiatan kepolisian yang ditingkatkan guna menciptakan kondusivitas dan kenyamanan beribadah, selama bulan suci Ramadhan, beredar kabar ada dua remaja ‘lolos’ dari aksi kejahatan jalanan.

Mereka berhasil lolos dari tindakan kekerasan kendati kendaraan (sepeda motor) yang dibawa menjadi sasaran para pelaku yang ditengarai berjumlah lima orang. Beberapa di antara pelaku ditengarai membawa senjata tajam jenis celurit.  

Video yang merekam kepanikan salah satu saksi korban, serta kondisi sepeda motor yang rusak beberapa bagian cover-nya akibat aksi ini, awalnya diunggah melalui akun @infokejadianungaran, pada Ahad (26/3) malam.

Berdasarkan keterangan tertulis pada unggahan video itu disebutkan, peristiwa ini terjadi pada Ahad (26/3) dini hari sekitar pukul 02.38 WIB, di Jalan Letjend Suprapto, Ungaran. Tepatnya di depan toko mainan anak Dino Toys arah masuk tol Ungaran, Kabupaten Semarang.

Sontak info ini pun beredar luas dan menjadi perbincangan warganet dengan beragam respons. Salah satunya kekhawatiran aksi kekerasan yang meresahkan tersebut sudah merambah wilayah Kabupaten Semarang.

Seperti respons pemilik akun @ernycroline : ungaran mulai meresahkan. Pemilik akun@bbyboykanz : Paraaah..!! pihak kepolisian hrs makin ketat patroli. Sementara pemilikaku@lintangraihanida22 : wediiii nk bali kerjo mbengiiii (red; takut kalau pulang kerja malam).

Terkait dengan hal ini, pihak Polres Semarang mengaku telah menerima laporan dari korban yang datang ke kantor polisi didampingi oleh orang tuanya dan kini telah ditindaklanjuti oleh jajaran.

Hal ini disampaikan Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra, melalui Kasihumas Polres Semarang, Iptu Pri Handayani, saat dikonfirmasi ihwal beredarnya rekaman video dua remaja yang lolos dari upaya kekerasan ini.

“Terkait laporan tersebut, jajaran Polres Semarang tidak tinggal diam dan melakukan langkah-langkah dengan mengumpulkan berbagai bahan keterangan untuk menindaklanjuti laporan kasus klitih ini,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa ini bermula saat dua remaja yang tengah membetulkan sepeda motor tiba-tiba didatangi kawanan remaja yang juga mengendarai sepeda motor.

Beberapa remaja yang menghampiri lantas menanyakan kepada kedua korban apakah punya rokok dan bermaksud meminta. Namun karena permintaan tidak dipenuhi, beberapa di antaranya segera mengeluarkan senjata tajam.

Mengetahui hal ini, kedua korban pun ketakutan dan akhirnya memilih melarikan diri meninggalkan sepeda motornya, sambil mencari pertolongan warga lain.

Beberapa saat berikutnya, keduanya kembali ke lokasi dan menemukan sepeda motornya sudah dirusak oleh kawanan pelaku tersebut. “Menurut keterangan korban, jumlah remaja yang menghampiri dan diketahui membawa senjata tajam berjumlah lima orang,” tambah dia.

Kashumas Polres Semarang menambahkan, upaya lain yang dilakukan jajaran Polres Semarang adalah meningkatkan eskalasi patroli di titik maupun sejumlah lokasi yang rawan terhadap berbagai aksi kejahatan.

Para bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya para orang tua agar mengawasi putra-putrinya agar tidak keluar pada malam hari, sekiranya memang tidak penting sekali.

“Termasuk, kami dari humas juga telah sering menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman kejahatan selama bulan Ramadhan, melalui berbagai media sosial Polres Semarang,” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement