Jumat 07 Apr 2023 20:41 WIB

Masih Turun Hujan, Petani Sleman Diimbau Percepat Tanam Padi

Sleman akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Mei.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Buruh tanam menanam padi di Sendangmulyo, Minggir, Sleman, DI Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Buruh tanam menanam padi di Sendangmulyo, Minggir, Sleman, DI Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kelompok Tani Ngudi Makmur bersama kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, kepala Bidang Tanaman Pangan, perwakilan Kapanewon Godean, ulu-ulu Kalurahan Sidoluhur, beserta kepala UPTD BP4 Wilayah II dan PPL POPT melakukan gerakan percepatan tanam padi. Kegiatan dilaksanakan di bulak sawah Serangan, Sidoluhur, Godean.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono, mengimbau agar petani melakukan percepatan tanam padi. "Yuk teman-teman petani, para pejuang pangan mohon lakukan percepatan masa tanam mumpung masih melimpah air, mumpung masih musim hujan," kata Suparmono, Jumat (7/4/2023).

Ia menambahkan, musim hujan membuat ketersediaan air cukup tinggi sehingga menjadi waktu yang tepat untuk proses penanaman tanaman padi. "Semoga produksi padi kita ke depan bisa optimal," ujarnya.

Menurutnya percepatan tanam padi penting dilakukan terutama setelah masa panen mengingat mumpung masih ada ketersediaan air hujan. Informasi iklim menurut laporan BMKG, Sleman akan memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Mei bahkan diperkirakan terjadi El Nino meski 40 persen.

Padahal selama tiga tahun terakhir ini hujan masih turun di musim kemarau atau kemarau basah atau terjadi La Nina. Estimasi panen padi Sleman pada Januari hingga Maret 2023 sekitar 15.844 hektare dan perlu percepatan tanam hingga April seluas 12 ribuan hektare.

Percepatan tanam bisa dioptimalkan dengan penggunaan mesin olah tanah dan mesin tanam seperti transplanter. Hanya saja mesin tanam ini belum tentu cocok untuk semua lahan sawah, seperti halnya di Sidoluhur Godean, atau bahkan sebagian besar wilayah Sleman Barat.

"Percepatan tanam belum bisa dilakukan serentak karena tipe tanah di sini tanah lumpur yang dalam di mana mesin tranplanter tidak bisa digunakan dan hanya mengandalkan tenaga tanam manual, tetapi kelompok tani akan berupaya maksimal untuk segera menanam semua hamparan sawah yang ada di sini," ujar Kepala UPTD BP4 Wilayah II, Nurhayati.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement