Jumat 07 Jul 2023 08:32 WIB

Kandang Peternakan Ayam di Semarang Ludes Terbakar

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian materi yang mencapai ratusan juta rupiah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Ilustrasi Kebakaran
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Sebuah kandang peternakan ayam ludes terbakar di lingkungan Dusun Beran, Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Diduga, sumber api berasal dari alat penghangat kandang yang saat peristiwa terjadi sedang digunakan untuk persiapan pengisian ayam-ayam peliharaan.

Kendati tidak ada korban jiwa, peristiwa kebakaran ini mengakibatkan kerugian materi yang mencapai ratusan juta rupiah, setelah seluruh bangunan kandang ayam ini ludes terbakar.

Baca Juga

Kapolres Semarang, AKBP Achmad Oka Mahendra yang dikonfirmasi mengungkapkan, peristiwa kebakaran terjadi saat pemilik peternakan, Izan Alfa (22) sedang pulang ke rumahnya. Namun, ia meninggalkan alat penghangat kandang yang sedang bekerja. 30 menit berselang, Izan diberitahu tetangganya, Zenal (54) jika kandang ayam telah terbakar.

"Peristiwa ini selanjutnya juga dilaporkan kepada anggota Polsek Tuntang dan petugas pemadam kebakaran," katanya.

Upaya pemadaman api, lanjut kapolres, mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran. Namun, bangunan kandang yang materialnya sebagian besar terbuat dari bambu ini pun tak terselamatkan. Berdasarkan oleh tempat kejadian perkara (TKP) tim INAFIS Polres Semarang, terungkap penghangat kandang dihidupkan untuk persiapan pengisian ayam- ayam peliharaan.

Mesin penghangat kandang tersebut menggunakan bahan bakar LPG. Sementara api cepat berkobar karena kandang tersebut meterialnya memang mudah terbakar. "Dugaan sementara, kebakaran yang terjadi dipicu oleh alat yang sedang dioperasionalkan untuk menghangatkan kandang tersebut," kata kapolres.

Atas perisrtiwa ini, Kapolres Semarang mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati pada saat melaksanakan kegiatan dengan peralatan yang berhubungan dengan penggunaan api. "Jika melakukan kegiatan yang menggunakan api atau listrik hendaknya jangan ditinggal, namun harus tetap diawasi agar tidak mempebesar risiko terjadinya kebakaran," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement