Jumat 28 Jul 2023 06:31 WIB

Bupati Sleman Dorong Optimalisasi Tanah Kas Desa Melalui Budi Daya Mentimun dan Cabai

Program optimalisasi dilakukan di atas lahan tanah kas desa seluas 3 hektare.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 59 warga terdampak bencana, di Aula Oproom Dinas PMK Kabupaten Sleman, Senin (24/7/2023).
Foto: Dok_Pemkab Humas Sleman
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 59 warga terdampak bencana, di Aula Oproom Dinas PMK Kabupaten Sleman, Senin (24/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama Kasubbid Urusan Pertanahan Paniradya Kaistimewaan DIY, Pangky Arbindarta melakukan panen perdana tanaman mentimun di Bulak Dukuh, Kalurahan Pondokrejo, Tempel, pada Kamis (27/7/2023). Kegiatan ini merupakan salah satu program optimalisasi tanah Kalurahan Pondokrejo yang dimanfaatkan sebagai lahan tanam oleh masyarakat dengan bantuan Dana Keistimewaan (Danais).

"Program optimalisasi tanah desa dengan memberdayakan masyarakat dalam sektor pertanian menjadi upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Kustini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/7/2023).

Dirinya mengaku bangga kepada para petani Kalurahan Pondokharjo yang telah berhasil melakukan panen perdana untuk komoditas mentimun. Menurut dia, hasil panen tersebut dapat memotivasi petani untuk meningkatkan produksi komoditas mentimun di Sleman.

Sementara itu, Lurah Pondokharjo, R Widiyatama menjelaskan program optimalisasi tersebut dilakukan di atas lahan tanah kas desa seluas 3 hektare. Di lahan tersebut, terdapat petani penggarap, yang jumlahnya sebanyak 28 petani dari seluruh Padukuhan di Kalurahan Pondokrejo, Tempel.

Ia mengungkapkan bahwa dalam memanfaatkan tanah kas desa, para petani menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam cabai dan mentimun di lahan tersebut sehingga, panen dilakukan lebih dahulu untuk komoditas mentimun karena waktu penanaman hingga panen, relatif lebih cepat dibanding cabai.  Wilayah Sleman menghasilkan banyak cabai. Surplus cabai diketahui bisa mencapai 6.000 ton per bulan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement