Ahad 06 Aug 2023 15:47 WIB

Elevasi Rawapening Turun Terdampak Kemarau, Nelayan Kesulitan Tangkap Ikan

Dalam kondisi ini, otomatis nelayan tidak bisa mendapatkan penghasilan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Dua orang warga sedang memancing ikan di kawasan genangan danau Rawapening yang mengalami pendangkalan, di Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Ahad (6/8). Akibat musim kemarau dan dampak fenomena El Nino, danau alam ini mengalami penurunan elevasi lebih dari 2 meter.
Foto: Republika/bowo pribadi
Dua orang warga sedang memancing ikan di kawasan genangan danau Rawapening yang mengalami pendangkalan, di Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Ahad (6/8). Akibat musim kemarau dan dampak fenomena El Nino, danau alam ini mengalami penurunan elevasi lebih dari 2 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Musim kemarau dan fenomena el Nino tahun ini telah mengakibatkan elevasi air danau Rawapening di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Selain akibat curah hujan yang memang sudah tidak ada, ketersediaan air di danau alam ini juga terus berkurang untuk kebutuhan irigasi lahan pertanian yang berada di kawasan hilir Sungai Tuntang, seperti wilayah Kabupaten Demak dan sebagian Kabupaten Grobogan.

Berdasarkan penuturan warga, penurunan elevasi air danau ini telah mencapai lebih dua meter, hingga beberapa kawasan yang sebelumnya menjadi bagian genangan danau alam ini terjadi pendangkalan.

Seperti dituturkan Mulyono (68), salah satu warga Dusun Sumirup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, saat ini air di Rawapening sudah berkurang cukup banyak akibat dampak musim kemarau kali ini.

Dalam kondisi penurunan elevasi seperti sekarang ini, seluruh peralatan yang dioperasionalkan untuk membersihkan gulma enceng gondok yang berada di kawasan Dusun Sumurup juga tidak dapat optimal.

Begitu halnya pendangkalan cukup mengganggu kegiatan para nelayan yang akan melakukan aktivitas penangkapan ikan. “Karena penyusutan airnya sudah lebih dar dua meter,” katanya, di wilayah Dusun Sumurup, Ahad (6/8/2023).

Mulyono juga menyampaikan, dalam kondisi penurunan elevasi ini nelayan yang menggunakan sampan tidak dapat menangkap ikan di kawasan pinggiran genangan Rawapening, seperti di wilayah Kecamatan Bawen dan Tuntang.

Karena ikan tidak akan berada di tempat/lokasi yang airnya dangkal. Sementara mereka hanya menggunakan sampan tidak bermesin yang dapat menjangkau lokasi tangkap di tengah danau alam ini.

Sehingga dalam kondisi seperti ini nelayan penangkap ikan di Rawapening juga berkurang. “Mereka memilih tidak menangkap ikan atau untuk sementara mencari sumber pendapatan yang lain, selain menangkap ikan,” jelas Mulyono.

Hal ini diamini Mugiyono (71), nelayan warga Sumurup lainnya. Ia menjelaskan dampak pendangkalan ini juga menyulitkan para nelayan yang selama ini terbiasa menangkap ikan dengan bubu.

Karena nelayan tidak bisa menangkap alat perangkap ikan tersebut. Kalau untuk memasang alat di tengah (kawasan genangan yang lebih dalam) juga tidak berani, karena mereka hanya menggunakan sampan dayung.

Dalam kondisi pendangkalan ini, otomatis nelayan tidak bisa mendapatkan penghasilan. Guna membantu mencukupi kebutuhan, sebagian dari mereka memilih tidak menangkap ikan dan mencari penghasilan lain.

Ada yang menjadi tenaga serabutan, atau melakukan pekerjaan lainnya yang penting bisa menghasilkan uang. “Ada pula yang menjadi buruh tanam di sawah-sawah yang ada di pinggiran danau Rawapening ini,” jelasnya.

Sementara itu, Darno (51), nelayan asal Desa Kesongo Kecamatan Tuntang mengakui, masa musim kemarau seperti sekarang menjadi masa paceklik bagi para nelayan sampan dan nelayan bubu di sekitar Rawapening.

Ia sendiri untuk sementara harus beralih profesi bekerja membantu saudaranya yang menjadi pemborong bangunan. Karena untuk tetap menangkap ikan untuk saat ini sudah tidak memungkinkan.

Hal ini sudah biasa dilakukannya pada saat musim kemarau. “Dari pada tidak ada penghasilan apa-apa, lebih baik menjadi tenaga pembantu proyek pembangunan rumah dulu,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement