Selasa 14 Nov 2023 09:40 WIB

Atraksi Budaya di Rawapening Festival Jadi Daya Tarik Kunjungan Wisata

Objek wisata Bukit Cinta Rawapening terus berbenah untuk menarik pengunjung.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Aktivitas di danau Rawapening yang jadi lokasi ‘Rawapening Perfoming Art and Festival (RPAF) 2023’.
Foto: Republika/ Bowo Pribadi
Aktivitas di danau Rawapening yang jadi lokasi ‘Rawapening Perfoming Art and Festival (RPAF) 2023’.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Pemerintah Kabupten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang terus menggarap berbagai atraksi budaya dalam mendukung kunjungan wisatawan ke daerahnya.

Salah satunya melalui kegiatan ‘Rawapening Perfoming Art and Festival (RPAF) 2023’ yang digelar Disparta Kabupaten Semarang, di kawasan Bukit Cinta Rawapening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

RPAF 2023 menampilkan berbagai atraksi budaya, seperti sendratari, pentas kesenian tradisional, costume carnival, performing art, serta pameran potensi wisata, sedekah Rawapening, dan UMKM Kabupaten Semarang.

Dalam kegiatan ini, Disparta juga mengundang perwakilan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) serta dinas pariwisata sejumlah daerah tetangga.

 

Kapala Disparta Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati mengatakan, kegiatan ini menjadi cara untuk memperkenalkan ragam agenda dan atraksi budaya yang potensial kepada para wisatawan di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Ini karena Kabupaten Semarang juga menjadi salah satu daerah penyangga kawasan wisata super prioritas Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, dan letaknya berada di dalam kawasan ‘segitiga emas’ Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang).

Sehingga keragaman atraksi budaya yang dimiliki juga potensial untuk diperkenalkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Candi Borobudur maupun Yogyakarta. Salah satunya agenda budaya RPAF ini.

“Kami terus mengevaluasi dan berdiskusi agar kemasan acaranya semakin menarik untuk mendatangkan para wisatawan,” ungkapnya, saat dikonfirmasi di kawasan Bukit Cinta Rawapening.

Terlebih, Kabupaten Semarang juga memiliki destinasi unggulan, seperti Candi Gedongsongo, yang juga memiliki nilai sejarah dengan panorama alam yang cukup menarik untuk dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Demikian halnya Daya Tarik Wisata (DTW) Bukit Cinta Rawapening serta ragam agenda/atraksi budaya berbasis kearifan lokal. “Maka itu, atraksi budaya dan DTW unggulan terus kita dorong agar mampu menjadi agenda budaya yang menarik bagi wisatawan,” tegas Wiwin.  

Sementara itu, pada hari pertama perhelatan RPAF 2023 menampilkan pertunjukan sendratari Salokantara Umbara, Sendratari Nagasena, pertunjukan Tari Keprajuritan, Tari Topeng Gecul, serta kuda lumping.

Juga dilaksanakan costume carnival performing art, serta festival perahu hias di Rawapening di kawasan DTW Bukit Cinta Rawapening.

Wiwin mengungkapkan, pawai perahu hias dan larungan sedekah rawa untuk mengangkat kembali legenda Naga Baru Klinting sebagai cikal bakal Rawapening. “Festival atau pawai perahu hias ini dipadukan dengan lomba foto serta pameran produk UMKM unggulan dari 10 desa wisata,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha mengatakan, objek wisata Bukit Cinta Rawapening terus berbenah untuk menggaet pengunjung. Di antaranya dengan proyek revitalisasi pembersihan eceng gondok.

Sekarang ini, eceng gondok jumlahnya terus berkurang sehingga Rawapening semakin bersih. Sehingga perahu wisata bisa beroperasional lebih leluasa dan aman, pemandangan pun menjadi lebih indah.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang ini juga mendukung jika berbagai kegiatan budaya banyak dihelat di berbagai DTW yang ada di daerahnya, seperti RPAF 2023 ini. “Sehingga atraksi budaya dan DTW unggulan yang ada di Kabupaten Semarang juga semakin dikenal,” tegasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement