Jumat 18 Aug 2023 21:23 WIB

Mahasiswa UPN Yogya Diduga Keracunan Makanan, Alami Mual Hingga Diare

Pasien-pasien tersebut masih ditangani tim medis secara penuh.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
UPN Veteran yogyakarta
Foto: wordpress
UPN Veteran yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- RSUP Dr Sardjito menangani sejumlah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta yang diduga mengalami keracunan. Setidaknya dilaporkan sudah ada belasan mahasiswa yang dilarikan dan ditangani di RSUP Dr Sardjito, Jumat (18/8/2023).

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan, belasan mahasiswa tersebut mengalami gejala yang beragam. Mulai dari mual, nyeri perut, pusing, bahkan ada yang mengalami diare.

Belum diketahui penyebab dari belasan mahasiswa tersebut mengalami gejala-gejala tersebut. Meski diduga mengalami keracunan, RSUP Dr Sardjito menyerahkan hal tersebut ke pihak berwenang untuk menindaklanjuti.

"Kami menangani klinisnya saja agar tidak terjadi perburukan. Masalah penyebabnya apa, kita serahkan yang berwenang lebih lanjut," kata Banu kepada wartawan, Jumat (18/8/2023) malam.

Dari data hingga pukul 19.00 WIB, Banu menyebut sudah ada 15 mahasiswa yang dilarikan ke RSUP Dr Sardjito. Sebanyak 13 pasien di antaranya sudah dipindahkan ke ruang inap, sedangkan dua pasien lainnya masih menjalani perawatan di ruang IGD.

"Saat ini, pasien-pasien tersebut masuk lewat gawat darurat (IGD), dan setelah kita lakukan pemeriksaan-pemeriksaan kondisi kegawatdaruratannya, kemudian 13 pasien sudah kita pindahkan (ke ruang inap)," ungkap Banu.

Ia berharap tidak ada lagi penambahan pasien dari mahasiswa UPN 'Veteran' Yogyakarta yang mengalami gejala sama. Terhadap pasien yang saat ini tengah ditangani di RSUP Dr Sardjito, akan dipulangkan jika kondisinya sudah membaik.

"Pasien-pasien tersebut masih ditangani tim medis secara penuh. Semoga nanti juga kalau sudah ada perbaikan, ada yang bisa pulang kita pulangkan. Tapi, kalau memang harus rawat inap, maka kita rawat inapkan," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement