Jumat 25 Aug 2023 16:03 WIB

Dua Tempat Produksi Briket Arang di Kabupaten Semarang Terbakar, Ini Penyebabnya

Sebagian briket yang sudah siap dikirim ludes terbakar.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Api membakar sebuah tempat pembuatan briket arang tempurung kelapa di Dusun Karangduren RDesa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Foto: Dokumen
Api membakar sebuah tempat pembuatan briket arang tempurung kelapa di Dusun Karangduren RDesa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Meningkatnya risiko bahaya kebakaran di tengah cuaca yang cukup panas dan kering bukan isapan jempol. Di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jateng, dalam satu hari bahkan terjadi dua peristiwa kebakaran.

Kebakaran terjadi di dua tempat pengolahan briket arang tempurung kelapa yang berbeda, di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (24/8/2023) kemarin.

Masing-masing di wilayah Dusun Jetis RT 08/RW 05 Desa Patemon, pukul 14.30 WIB, dan di lingkungan Dusun Karangduren RT 02/RW 01 Desa Karangduren, Kamis sekitar pukul 20.30 WIB.

Kendati tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, namun peristiwa kebakaran di dua tempat usaha ini telah mengakibatkan kerugian materi hingga mencapai miliaran rupiah.

Sebab dua bangunan tempat pengolahan briket arang ini ludes terbakar berikut sejumlah barang yang berada di dalamnya yang tidak sempat diselamatkan, termasuk briket arang yang sudah jadi.

Informasi yang dihimpun dari Polsek Tengaran menyebutkan, terjadinya kebakaran di dua tempat pengolahan briket arang ini diduga dipicu dari alat oven yang saat peristiwa terjadi masih bekerja.

“Menurut saksi, api kali pertama diketahui muncul dari peralatan oven yang berada di salah satu ruang produksi,” ungkap Kapolsek Tengaran, AKP Supeno, Jumat (25/8/2023).

Upaya untuk memadamkan api sempat dilakukan sejumlah karyawan dan warga. Namun karena barang-barang dalam tempat pengolahan ini mudah terbakar, membuat kobaran api membesar dengan cepat dan membakar seluruh bangunan.

Akibat peristiwa kebakaran ini, pemilik tempat pembuatan briket arang di Dusun Karangduren itu mengalami kerugian materi hingga Rp 700 juta, karena sebagian briket yang sudah siap dikirim ludes terbakar.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyayangkan tempat usaha pembuatan briket arang ini tidak melengkapi alat pemadam api ringan (APAR).

Guna menghindari agar persitiwa semacam ini tidak terulang kembali, mengatakan guna menghindari kebakaran pada pabrik briket hendaknya pengusaha menyediakan APAR di kawasan produksi usahanya.

Fire extinguisher yang jika dalam keadaan darurat bisa digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil mestinya ada, apalagi arang briket juga merupakan benda yang mudah terbakar.

“Keberadaan APAR supaya disesuaikan dengan kebutuhan, dicek kelayakan APAR nya, serta instalasi kabel supaya standar sesuai SNI,” ungka dia.

Anang juga menambahkan untuk mengantisipasi kebakaran, hendaknya tempat usaha seperti pembuatan briket arang ini juga bisa memberikan pelatihan kepada para pegawai yang beraktivitas di lingkungan usahanya.

“Sehingga tempat usaha tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para keryawannya dalam penanganan darurat kebakaran,” jelas dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement