Jumat 01 Sep 2023 15:05 WIB

Kasus Tabrak Lari Fly Over Purwosari Solo Tewaskan Pemuda Laweyan, Pelaku Minta Maaf 

G menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas
Foto: MgIt03
Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Tersangka kasus tabrak lari di flyover Purwosari Solo, G, memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang menewaskan korban berinisial RAD (19), warga Laweyan. Hal tersebut disampaikan G ketika ditemui di Satlantas Polresta Solo, Jumat (1/9/2023). 

"Pertama, saya selaku pengemudi mobil KIA mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian saya sehingga peristiwa ini terjadi," katanya. 

Baca Juga

G menceritakan langsung mencari alamat kedua korban seusai kejadian tabrak lari pada Selasa (22/8/2023) dini hari. Ia pun pertama kali bertemu dengan pihak keluarga almarhum RAD ke kediamannya. Sedangkan untuk korban MRG ditemuinya di RSUD Moewardi. 

"Sudah hari itu juga istri, kakak, keluarga saya langsung mencari alamat almarhum, langsung takziah memohon maaf dan alhamdulillah keluarga besar bisa menerima dan bisa memaafkan," ujarnya.

"(Sedangkan untuk korban lainnya) langsung ke RS Moewardi. Di sana sudah ketemu omnya (MRG). Paginya ketemu dengan keluarga setelah selesai operasi," katanya menambahkan. 

G juga mengaku akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Kasus tersebut pun akan diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Sebagai pribadi saya monitor dan bertanggung jawab secara pribadi atas kesembuhan beliau (korban MRG). Nominal tidak pantas disebutkan yang pasti tahapannya masih penyembuhan kontrol kita akan bertanggung jawab sampai sembuh. Untuk almarhum kita berdoa terus-menerus agar husnul khotimah," katanya. 

Sementara itu, kuasa hukum pelaku Badrus Zaman mengatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. Namun, G melarikan diri lantaran takut diamuk massa. "Murni kecelakaan tidak ada (kesengajaan), karena takut diamuk massa, kita itu langsung ke polisi karena di situ banyak orang," ujarnya. 

Di sisi lain, ayah korban RAD mengaku pihaknya telah mengikhlaskan dan menerima iktikad baik pelaku. Meskipun tangis sempat pecah ketika mengungkapkan hal tersebut. "Kita mengikhlaskan. Berusaha ikhlas sampai hari ini dan menerima itikad baik dari pelaku," katanya. 

Terpisah, ayah korban MRG yang juga hadir mengatakan saat ini pihaknya fokus penyembuhan anaknya agar segera bisa berkuliah kembali. "Saya fokus pada penyembuhan anak saya. Operasi lutut dan empat jari patah. Berbulan-bulan (untuk bisa sembuh). Kuliah di Unisri. Insya Allah bisa kuliah lagi," ujarnya mengakhiri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement