Jumat 15 Sep 2023 09:38 WIB

Talud di Margodadi Sleman Diresmikan, Hasil Program Padat Karya Infrastruktur

Padat karya di 17 lokasi melibatkan sebanyak 714 orang tenaga kerja.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan pembangunan talud hasil dari pelaksanaan program Padat Karya Infrastruktur di Padukuhan Druju, Margodadi, Seyegan.
Foto: Dokumen
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan pembangunan talud hasil dari pelaksanaan program Padat Karya Infrastruktur di Padukuhan Druju, Margodadi, Seyegan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, meresmikan pembangunan talud hasil pelaksanaan program Padat Karya Infrastruktur di Padukuhan Druju, Margodadi, Seyegan. Secara simbolis peresmian dilakukan melalui pemecahan kendi berisi air serta penandatanganan prasasti oleh bupati.

Kustini mengapresiasi masyarakat Padukuhan Druju yang telah bergotong royong merampungkan pembangunan talud melalui program yang diampu oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman ini. Ia berharap hasil dari pembangunan talud ini nantinya dapat bermanfaat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Padukuhan Druju, Margodadi.

"Ini kalau dilelangkan hasilnya pasti kurang maksimal. Dengan adanya program padat karya ini, masyarakat sendiri yang bergotong royong dan merasa handarbeni. Dan yang terpenting adalah dengan padat karya ini bisa memberdayakan masyarakat," kata Kustini.

Sementara itu, Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih, menjelaskan padat parya merupakan program berbasis pemberdayaan masyarakat, serta bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Ia berharap pelaksanaan padat karya dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Terutama penganggur dan setengah penganggur atau yang jam kerjanya kurang dari 40 jam per pekan.

Hal tersebut diharapkan akan menjadikan pemerataan ekonomi ke perdesaan sekaligus mengatasi kesenjangan. "Pada 2023, Pemkab Sleman melalui Disnaker mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan padat karya infrastruktur dengan nominal Rp159.982.000, per lokasi dan dilaksanakan di 17 lokasi," jelasnya.

Selain meresmikan pembangunan talud di Padukuhan Druju, peresmian hasil padat karya pada kali ini juga dilakukan peresmian untuk tiga lokasi lainnya. Yakni di Padukuhan Klangkapan II, Margoluwih, Seyegan, berupa corblok, Padukuhan Duren Sawit, Mororejo, Tempel, berupa talud jalan, Padukuhan Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping, berupa corblok.

Ia menyebut padat karya yang didanai APBD melibatkan tenaga kerja sejumlah 42 orang di masing-masing lokasi. Sehingga padat karya di 17 lokasi telah melibatkan sebanyak 714 orang tenaga kerja.

Sutiasih mengatakan program tersebut tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan bagi pekerja. Namun juga memberi manfaat kesejahteraan bagi masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement