Rabu 11 Oct 2023 08:49 WIB

Kreativitas yang Berdampak dan Berkelanjutan

Rabu 11 Oktober 2023, Universitas AMIKOM Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-29.

Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta
Foto: amikom
Prof Ema Utami dari Universitas Amikom Yogyakarta

Oleh: Prof Ema Utami*

 

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah kurang lebih satu pekan menjalankan tugas roadshow ke beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Lombok Nusa Tenggara Barat, akhirnya kami kembali ke Yogyakarta pada Selasa, 10 Oktober 2023. Perjalanan roadshow yang bertujuan utama untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan program studi di Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan keunggulan dan keunikan yang dimiliki.

Tentu banyak data dan informasi yang dapat menjadi torehan catatan selama perjalanan roadshow ini. Sebuah catatan yang tentu diharapkan dapat digunakan untuk menyusun kembali langkah dan rencana dalam perjalanan berikutnya.

 

Tidak dimungkiri bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi di 2020 yang lalu telah memaksa untuk melakukan berbagai penyesuaian, terutama berkegiatan secara daring. Termasuk agenda promosi yang kemudian banyak dilakukan dengan berbagai kegiatan secara daring seperti podcast, pembuatan video, optimalisasi web, penggunaan media sosial, dan lain sebagainya.

Namun demikian kegiatan yang dilakukan secara daring dipastikan memiliki sentuhan rasa yang berbeda dengan kegiatan yang dilakukan secara luring. Hal tersebut juga sangat kami rasakan dalam perjalanan roadshow satu pekan di Lombok.

Sentuhan personal dari setiap individu yang berbeda-beda merupakan nilai yang tidak bisa ditemui dalam kegiatan daring. Seperti perbedaan karakter dan sikap dari setiap individu yang dijumpai dalam roadshow ini.

Harapan besar bahwa semua kegiatan yang dilakukan, baik secara daring maupun luring memiliki dampak positif ke depan. Dengan demikian sangat diperlukan sistem atau mekanisme pengukuran terhadap semua kegiatan tersebut.

Laporan kegiatan, monitoring, dan evaluasi tentu harus dilakukan sebagai bagian dari proses yang tidak bisa dihindari. Berbagai perubahan parameter yang terjadi, seperti adanya pandemi, lahirnya teknologi terbaru berbasis kecerdasan artifisial, semakin tumbuhnya perguruan tinggi di lokal daerah, dan lain sebagainya dipastikan menjadi tantangan, ancaman, serta peluang tersendiri.

Kreativitas berkelanjutan menjadi satu hal penting yang harus selalu dimiliki untuk mampu terus beradaptasi dengan perubahan yang  ada.

Hari ini, Rabu 11 Oktober 2023, Universitas AMIKOM Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-29. Perayaan Dies Natalis tahun ini mengusung tema IMPACTFUL CREATIVITY – Hard Work, Creativity, and Fighting Determination, for The Next Big Things.

Tema tersebut mencerminkan semangat dari Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk terus dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Kerja keras, kreativitas, dan determinasi yang kuat tentu dibutuhkan untuk mencapai berbagai tujuan besar ke depannya.

Di usia ke-29 tentu banyak kreativitas yang telah ditorehkan oleh Universitas AMIKOM Yogyakarta. Berbagai penghargaan telah didapatkan hingga usia ke-29 ini, baik tingkat nasional maupun internasional dari insan-insan kreatif Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Kreativitas berkelanjutan tentu menjadi sebuah kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap civitas akademika di Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk terus bisa berkontribusi ke depan. Perjalanan waktu selama 29 tahun tentu ada yang telah hilang, berganti, atau bertambah.

Pencapaian hal besar ke depan sesuai dengan tujuan tema dies natalis tahun ini tentu membutuhkan kehadiran individu-individu dengan semangat dan kreativitas baru, baik junior maupun senior. Ibarat sebuah orkestra yang menggabungkan berbagai perbedaan komponen sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan besar itu.

Salah satu rangkaian acara dalam Dies Natalis ke-29 tahun ini adalah penyambutan terhadap dosen-dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta yang telah menyelesaikan studi Doktoralnya. Sebanyak tujuh dosen yang telah bergelar Doktor tersebut tentu menjadi salah satu modal besar untuk mendorong Universitas AMIKOM Yogyakarta terus bisa menggapai tujuan besar ke depan, terutama dalam menghadirkan berbagai kreativitas berdampak dan berkelanjutan.

Kado indah yang juga didapatkan dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-29 tahun ini adalah penyerahan SK Izin Penyelenggaraan Program Studi Informatika Program Doktor Universitas AMIKOM Yogyakarta. Sebuah pencapaian besar di usia Universitas AMIKOM Yogyakarta yang ke-29 dan tentu sangat diharapkan menjadi pemacu dan pemicu dilahirkannya berbagai pengetahuan baru, termasuk di dalamnya kreativitas yang berdampak dan berkelanjutan.

Koreksi dan evaluasi diri untuk terus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Sebagai dosen yang menjadi salah satu bagian kecil dari civitas akademika Universitas AMIKOM Yogyakarta, harapan agar bisa ikut terus berkontribusi menciptakan kreativitas yang berdampak dan berkelanjutan merupakan motivasi untuk terus belajar meningkatkan pengetahuan diri.

Teriring ucapan Selamat Dies Natalis ke-29 Universitas AMIKOM Yogyakarta, semoga semua aktivitas di dalamnya selalu dapat mendorong lahirnya berbagai kreativitas yang berdampak dan berkelanjutan.

Tema Dies Natalis tahun ini mengingatkan diskusi kami dalam Studium Generale di Universitas Teknologi Mataram yang mengangkat tema Berani Memulai Penelitian yang Inovatif dan Kolaboratif untuk Menjadi Generasi yang Berpikir Kritis di Era Kecerdasan Artifisial sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian perjalanan tugas kami ke Lombok.

Seorang mahasiswa dalam sesi diskusi bertanya yang di dalamnya menyinggung tentang kisah Nabi Nuh AS, khususnya berkaitan dengan teknologi yang ada di saat ini. Kisah Nabi Nuh AS yang dapat dimaknai sebuah tekad yang kuat, perencanaan yang detail dan memiliki dampak yang besar serta berkelanjutan.

Kisah yang terekam indah dalam Surat Al Hud ayat 36-39, “Dan diwahyukan kepada Nuh, “Ketahuilah tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.  Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa) yang akan ditimpa azab yang kekal.”  Wallahu a’lam.

*Wakil Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Amikom Yogyakarta

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement